Friday, February 7, 2014

Andre dan Yongka / Dedy berbagi gelar di Sakti Bird




KLUB BURUNG





Andre dan Yongka / Dedy berbagi gelar di Sakti Bird



Andre dan Yongka / Dedy berbagi gelar di Sakti Bird

Latihan Spesial Sakti Bird di jalan lorong Bakso Selecta, depan Asrama Haji Kota Baru, Jambi, Kamis (6/2) kemarin, berjalan meriah diikuti burung-burung koleksi pemain papan atas maupun pemula. Gaco-gaco milik Andre Sutanto, duet maut Yongka / Dedy JB, dan Bany / Deny berbagi gelar juara 1 di kelas murai batu. Satu-satunya burung yang sukses meraih double winner adalah kenari Zorro milik Ipung.


Murai batu jangkrik

Eman mengawal MB Jankrik milik Yongka / Dedy JB.



Menurut Ketua Sakti Bird, Indarto, latihan rutin digelar di jalan lorong Bakso Selecta setiap Kamis, mulai pukul 16.00. Secara berkala, pihaknya mengadakan latihan spesial seperti Kamis (6/2) kemarin, maupun lomba lokal dan regional.


“Ya, intinya latihan spesial ini untuk menyemarakkan frekuensi lomba di wilayah Jambi dan sekitarnya,” kata Indarto.


Sakti Bird merupakan salah satu ajang untuk melatih burung-burung prospek sebelum dibawa ke arena lomba sesungguhnya. Om Gunawan termasuk sering menjajal burungnya di sini. Misalnya, saat sedang mengorbitkan murai batu Sasuke, burung selalu di bawah ke lapangan ini.


Kini, Sasuke menjadi salah satu murai batu langganan juara di Jambi. Bahkan karena prestasinya, nama sang pemilik pun kini sering disebut sebagai Om Gun Sasuke.


Om Gunawan Jambi

Om Gunawan (kanan) bersama murai batu Sasuke.



“Burung yang berprestasi kan tak bisa muncul tiba-tiba dengan sendirinya. Tetapi harus dirawat dengan baik, dimaster secara tepat, dan dilatih di beberapa even latber atau latpres. Kalau sudah terbiasa, maka mental akan terbangun dengan baik, untuk mendukung gaya dan performa suaranya,” jelas Indarto.


Andre Sutanto yang biasanya main di kelas kacer dan kenari, kali ini menurunkan murai batu Anak Tiri. Dikawal mekaniknya, Tole, Anak Tiri berhasil menjuarai kelas utama (Kelas Sakti) dan juara 3 Kelas Sejati.


Tole Jambi

Tole (kaos hitam) sukses mengawal MB Anak Tiri.



Kelas Sejati dimenangi Modus, gaco besutan Bany / Deny, yang juga menjadi runner-up Kelas Sakti. Satu sesi lagi, Kelas Bintang, dimenangi murai batu Jangkrik besutan duet maut Yongka / Dedy JB.


Persaingan kelas kacer, yang dibuka tiga sesi, juga tak kalah sengit sehingga gelar juara juga harus dibagi rata. Geger, kacer andalan Agus Arizon yang digantang Aris, sukses menjuarai Kelas Bintang.


Aris dan kacer Geger

Aris (kanan) sukses mengawal kacer geger milik Agus Arizon.



Namun di Kelas Sakti, gaco langganan juara ini harus mengakui ketangguhan Genset milik Kibul. Genset tampil sebagai juara 1, diikuti Metrik milik Wasabu sebagai juara 2, dan Geger sebagai juara 3.


Pemenang Kelas Kacer Sakti

Kibul (kiri) memenangi Kelas Kacer Sakti melalui Genset.



Kelas Sejati dimenangi Batu Lucu milik Anes, disusul Cakra Jr milik Gunadi (juara 2) dan Taas Boy milik Dody (juara 3).


Prestasi paling mengesankan diraih Ipung. Gaconya, kenari Zorro, menjadi satu-satunya burung yang meraih kemenangan ganda (double winner) dalam Latihan Spesial Sakti Bird.


Ipung Jambi

Ipung mendominasi kelas kenari melalui Zorro.



Zorro menjuarai Kelas Bintang dan Kelas Sejati, mengalahkan Bren milik Gun Sasuke / Rino, Banteng milik M Junaidi, Dewa Ruci milik Yusuf, dan puluhan kenari lainnya.


Indarto, ketua Sakti Bird Jambi

Indarto, ketua Sakti Bird Jambi.



Di akhir lomba, Indarto mewakili seluruh panitia mengucapkan terima kasih atas partisipasi para peserta dan mohon maaf jika ada kekurangan di sana-sini. “Kami tunggu setiap Kamis sore di tempat yang sama, untuk latihan bersama dan bersilaturahmi,” tandasnya. (Kelana Lana)


Panitia Latihan Spesial Sakti Bird Jambi

Panitia Latihan Spesial Sakti Bird Jambi.



Hasil Latihan SpeSial Sakti Bird Jambi (Kamis, 6 Februari 2014)




























































































































































































MURAI BATU SAKTI
1.Anak TiriAndre SutantoJambi
2.ModusBany / DenyJambi
3.AjiJainiJambi
4.KriwilMariantoJambi
5.SedaBujang MakalamJambi
MURAI BATU SEJATI
1.ModusBany / DenyJambi
2.TejoDediJambi
3.Anak TiriAndre SutantoJambi
MURAI BATU BINTANG
1.JangkrikYongka / Dedy JBJambi
2.Gantangan 12-Jambi
3.Gantangan 07-Jambi
KACER SAKTI
1.GensetKibulJambi
2.MetrikWasabuJambi
3.GegerAgus ArizonJambi
4.BarcelonaWillyJambi
5.Cakra jrMasgunJambi
KACER SEJATI
1.Batu LucuAnesJambi
2.Sakra JrGunadiJambi
3.Taas BoyDodyJambi
4.BarcelonaWillyJambi
KACER BINTANG
1.GegerAgus ArizonJambi
2.Dabo RiboTandriJambi
3.AntengEdiJambi
4.SOJMerryJambi
5.SecurityMardiJambi
LOVEBIRD SAKTI
1.UntungBuyungJambi
2.CinderalaYudiJambi
3.PilotM NazirJambi
4.SardenDedyJambi
LOVEBIRD BINTANG
1.AgnesAanJambi
2.MunarohDedy DepJambi
3.CinderelaYudiJambi
4.UntungBuyungJambi
5.MawarDedyJambi
KAPAS TEMBAK BINTANG
1.DogerNazirJambi
2.JokerAntokJambi
3.TysonMariantoJambi
4.TopanUda DoganJambi
5.007Didik 88Jambi
KAPAS TEMBAK SEJATI
1.BasengAdiJambi
2.James BondDidik 88Jambi
3.TysonMaryantoJambi
4.NNPakdoJambi
KENARI BINTANG
1.ZorroIpungJambi
2.BrenRino / Gun SasukeJambi
3.BontenJunaidiJambi
4.BuldulKukunJambi
KENARI SEJATI
1.ZorroIpungJambi
2.BantengM JunaidiJambi
3.Dewa RuciYusufJambi
SERINDIT SAKTI
1.AK-47DeryJambi
2.Ulek Madu-Jambi
3.KutirTirtaJambi
SERINDIT SEJATI
1.KutirTirtaJambi
2.PocongJunaidiJambi
3.AK-47DeryJambi
4.JokerHendryJambi


Selamat kepada para pemenang, tetap semangat untuk peserta lainnya.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Thursday, February 6, 2014

Kapolres Magetan Cup: Adipati hattrick, kacer Charly sempat pingsan dan juara 3




KLUB BURUNG





Kapolres Magetan Cup: Adipati hattrick, kacer Charly sempat pingsan dan juara 3



Kapolres Magetan Cup: Adipati hattrick, kacer Charly sempat pingsan dan juara 3

Kacer Adipati milik YY (Duta Soeharto Cup) kembali tampil perkasa, dan berhasil menjuarai seluruh (tiga) kelas dalam Lomba Burung Berkicau Kapolres Magetan Cup di halaman Mapolres Magetan, Minggu (2/2). Ada kejadian menarik saat Charly, kacer jawara milik H Rihan Variza (HRVRT SF Binuang – Kalsel), tiba-tiba pingsan saat baru digantang di sesi awal. Akibatnya, eks burung milik Andre Sutanto ini absen. Tapi saat turun pada sesi kedua, Charly masih mampu berprestasi dan menjadi juara ketiga.


Kapolres Magetan Cup

Penggantangan simbolis oleh Kapolres Magetan.



Keinginan Kapolres Magetan AKBP Riky Haznul SIK agar kontes berlangsung tertib akhirnya kesampaian juga. Sejak sesi pertama hingga terakhir, tak ada lagi sikap saling tunggu di antara pemain.


Selain itu, tak ada lagi peserta dan penonton yang teriak-teriak. Yang terdengar hanyalah kicauan burung, bukan suara joki, pemilik burung, atau penonton.


Setelah semua peserta menggantangburung, dan lapangan steril dari peserta, barulah tim juri memasuki lapangan. Hal ini untuk menghindari kontak antara peserta dan juri, yang biasanya diikuti dengan bisikan agar memantau burung miliknya, dengan cara titip nomor gantangan.


Kalaupun tidak bisik-bisik, juri otomatis akan melihat bos A saat menggantang burung pada gantangan nomor sekian. Ini juga bisa berarti “pesan halus”. Nah, karena tim juri memasuki lapangan setelah bersih dari peserta, kebiasaan lama yang kurang baik ini bisa dihilangkan.


Peran aktif Kapolres memang sangat terasa di sini. Om Riky tidak hanya ikut menunggui lomba, tapi juga terus memantau dan turun langsung di lapangan. Beberapa kali dia mengingatkan peserta agar tak coba-coba berteriak, bersiul, meniup peluit, atau bertepuk tangan, karena itu termasuk kategori mengganggu lomba.


Bahkan, ketika seorang peserta tak mengindahkan imbauan agar tidak berteriak, Kapolres langsung mengusirnya keluar dari ring 1. Ini sebenarnya dapat ditiru event organizer (EO) lain.


Kapolres Magetan Cup

Di sesi awal, Kapolres terpaksa mengusir peserta yang nekat teriak.



Jangan bilang kalau ini bisa terjadi karena gelaran ini merupakan gawe Mapolres Magetan, apalagi ada keterlibatan Kapolres secara langsung. Anda pun bisa melakukan hal serupa di daerah manapun, dengan cara minta bantuan pengamanan dari kepolisian setempat (bisa level Polsek maupun Polres / Polresta / Poltabes).


Banyak peserta yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja panitia Kapolres Magetan Cup dalam menjaga ketertiban lomba. Mr Temox dari Pati, misalnya, mengakui model lomba seperti ini layak ditiru di daerah lain.


“Meski dalam hal penjurian masih ada yang ngganjel, jalannya lomba harus diakui tertib. Ini luar biasa, dan saya merasa salut. Awalnya saya ragu, apakah peserta lomba burung bisa ditertibkan. Ternyata bisa juga,” kata Mr Temox.


Hal senada disampaikan Mr Yosi dari Duta Valentine. “Ini mau saya usulkan ke panitia Valentine, bahwa peserta bisa ditertibkan, baik tidak saling tunggu saat menggantang maupun tidak teriak selama lomba. Memang sulit untuk even Valentine yang menggunakan dua lapangan. Kalau harus pakai dua pagar, di mana ya bisa nyewa dua pagar untuk dua lapang. Tapi kalau seandainya ada dan memungkinkan, hal-hal yang baik di sini bisa kita contoh,” ujar Yosi.


Kapolres Magetan Cup

Sebagian besar kelas full, tiket terjual 1.100 lembar.



Selain memerlukan perangkat ekstra, seperti pagar dobel untuk membatasi akses agar tak semua orang bisa mendekat ke pagar utama yang membatasi langsung dengan lapangan lomba, juga membutuhkan SDM ekstra untuk menjaga dan mengawasi peserta supaya meninggalkan kebiasaan lama.


Sukses lain dari kontes ini adalah partisipasi peserta yang sangat ramai. Artinya, ini pun sesuai dengan harapan Pak Kapolres. Menurut Budi Azerehe, bagian tiketing, tercatat sekitar 1.100 tiket yang terjual. Jumlah ini juga merupakan rekor baru dalam kontes di Jawa Timur Bagian Barat (Jalaratu) untuk kontes burung menggunakan satu lapangan.


Peserta memang datang dari berbagai daerah, utamanya Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sejumlah jagoan lawas juga berhasil meraih prestasi. Misalnya kacer Adipati milik YY yang merebut juara 1 di semua kelas yang diikutinya. Kemenangan Adipati pun terhitung bersih, karena tidak ada komplain dari peserta lain.


Charly pingsan, tapi masih bisa juara


Insiden kecil dan menarik perhatian terjadi di sesi pertama kacer. Saat baru digantangkan, Charly tiba-tiba terlihat pingsan, dengan kedua kaki masih menempel pada jeruji, kepala di bawah, dan mata terpejam.


Kacer Charly

Kacer Charly pingsan, kaki menggantung pada jeruji.



Charly merupakan kacer jawara nasional yang dulunya milik Andre Sutanto (Jambi). Karena prestasinya yang luar biasa, kacer ini kemudian di-take-over H Rihan Variza dari Binuang, Kalimantan Selatan. Andre lalu mengorbitkan gaco lainnya, Senpi, yang juga beberapa kali menjuarai even nasional.


Melihat Charly pingsan, Pungky yang mengawalnya dalam even ini tidak terlihat panik. Dengan tenang, dia menurunkan Charly dan membawanya jauh dari lapangan. Dengan sentuhan halus, burung seketika bisa bangun kembali.


Kacer Charly

Pungky mencoba membangunkan Charly.



Karena sesi pertama telah dimulai, tak mungkin Pungky menyusulkannya. Lagi pula, burung memerlukan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisinya. Jadi, begitu kacer Charly bangun, sangkar langsung dikerodong dan istirahat total sambil menunggu sesi kedua jika kondisinya memungkinkan.


Pungky menduga, kejdian ini disebabkan burung kaget ketika digantang. “Saya memang tidak sempat membuka kerodong, dan mengangin-anginkannya terlebuh dulu sebagaimana kebiasaannya. Tak berani buka kerodong, karena tidak ada tempat yang sepi. Di mana-mana ada murai atau sesama kacer,” kata Pungky.


Setelah yakin kondisi Charly pulih, Pungky memutuskan untuk tetap menurunkannya di sesi kedua. Dan, hebatnya, burung ini tampil sangat bagus, meski belum mampu menyisihkan Adipati. Juri memberinya koncer C, alias juara ketiga. Tetapi hasil ini sudah luar biasa, mengingat kejadian pada sesi awal.


Kenari Camry kembali juara


Kenari Camry

Leo dan Anton Bonbin bersama kenari Camry.



Di kelas kenari, Camry milik Leo Pengadilan kembali tampil memukau. Camry mengungguli Reformator, gaco milik Ronny Stiga, rekannya dari Jogja, yang mengibarkan bendera Duta Soeharto 23 Maret. Pekan sebelumnya, Camry juga menjuarai South of Java Festival di Banjarnegara (26/1).


Menurut Anton Bonbin, yang sehari-hari merawat Camry, keunggulan kenari ini adalah durasi lagunya yang panjang-panjang, ditambah rajin bunyi nyaris tanpa spasi, dan volume yang tembus.


Camry siap diturunkan dalam even yang lebih berat, yaitu Valentine Day yang digelar PBI Jogja dan PBI Bantul di Taman Pemkab Sleman di kawasan Denggung, Sleman, Minggu (16/2) mendatang.


“Valentine memang selalu tak mudah, karena pesertanya jawara papan atas semua. Apalagi tiga kelas kenari katanya full, diikuti jawara-jawara dari berbagai daerah di Indonesia. Ya, kita lihat saja nanti,” kata Anton. (Waca)



Hasil Kapolres Magetan Cup   l    Galeri Gambar



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Wednesday, February 5, 2014

Murai batu Bohay dan GAM berbagi gelar di Cikeas




KLUB BURUNG





Murai batu Bohay dan GAM berbagi gelar di Cikeas



Murai batu Bohay dan GAM berbagi gelar di Cikeas

Murai batu Bohay besutan Donna / Yanto (Jakarta) dan GAM milik Rudy Ujang (Jakarta) berbagi gelar dalam Latpres Cikeas Enterprise di lapangan Jalan Puri Cikeas, Cibubur, Bogor. Bohay memenangi Kelas Bintang, dan juara 5 Kelas Mega Bintang. Sebaliknya, GAM sukses menjuarai Mega Bintang dan juara 4 Kelas Bintang. Persaingan ketat tidak hanya terjadi di kelas murai batu saja, tetapi juga kelas kacer dan lovebird.


Cikeas Enterprise

Suasana lomba kelas kacer dalam Latpres Cikeas Enterprise.



Cikeas Enterprise termasuk salah satu event organizer (EO) independen yang paling eksis menggelar latber, latpres, dan lomba burung di wilayah Jabodetbek. Sudah tujuh tahunan EO yang dibidani H Tony dan rekan ini melayani para kicaumania di kawasan Cibubur, Bogor, Bekasi, dan sekitarnya.


Setiap Sabtu siang, Cikeas Enterprise menggelar latber di lapangan Jalan Puri Cikeas, Cibubur, Bogor, yang sejuk dan rindang. Sebulan sekali digelar latpres, seperti Sabtu (1/2) lalu. Om Tony dan kawan-kawan juga sering menggelar lomba burung berkicau tingkat regional.


“Sebagian besar peserta latber dan latpres adalah pemain pemula. Tapi, tidak sedikit di antara mereka yang juara,” tutur Om Tony.


Cikeas Enterprise

H Tony (kanan) dan Jerry Cibubur, pemilik lovebird Cleopatra.



Lovebird Cleopatra milik Jery (Legenda Wisata), yang menjuarai Seri Penutup (XII) Liga Ronggolawe Jabodetabek di Bekasi, juga mengawali debutnya dalam latberan di Cikeas.


Hal ini juga terlihat dalam gelaran Sabtu lalu, tetapi terjadi di kelas murai batu. Bohay, besutan Donna / Yanto, sukses menuai kemenangan di Kelas Bintang. “Ini burung baru yang sedang kami orbitkan,” jelas Yanto, sang mekanik.


Cikeas Enterprise

Yanto orbitkan murai batu Bohay, debutan baru.



Pada Kelas Mega Bintang, giliran GAM milik Rudy Ujang yang mencetak kemenangan. Murai batu Pangeran Laut milik Niko / Hendra (Cibinong) juga tampil menawan, dengan dua kali menjadi runner-up.


Persaingan ketat juga terjadi di kelas kacer. Robbin nyaris meraih double winner. Gaco milik Ucok (Pandu BC) ini menjuarai Kelas Mega Bintang dan juara 2 Kelas Bintang.


Kelas Bintang dimenangi kacer Black Jack milik Harry (Chicago Team). Burung ini juga menjadi juara 3 Kelas Mega Bintang.


Lovebird Si Engklek milik Aceng (Nagrak) berhasil menjuarai Kelas Mega Bintang. Satu  sesi lagi dimenangi Angel kepunyaan Cillo (Cibubur).


Jalannya lomba berlangsung mulus dan tepat waktu, tanpa satu pun protes atau komplain dari peserta. Silakan mencoba gelaran di sini, apalagi Cikeas Enterprise selalu membuka kelas anis merah dalam setiap latber maupun latpres. (d’one)


Hasil Latpres Cikeas Enterprise (Sabtu, 1 Februari 2014)













































































































































Murai Batu Mega Bintang
1.GAMRudy UjangJakarta
2.Pangeran LautNiko/HendraCibinong
3.ColumbusZulfa IsniantoLegenda Wisata
5.BohayDonna/YantoJakarta
Murai Batu Bintang
1.BohayDonna/YantoJakarta
2.Pangeran LautNiko/HendraCibinong
3.SujudRosimarJakarta
4.GAMRudy UjangJakarta
5.Raja LangitGiyatnoPandu BC
Lovebird Mega Bintang
1.Si EngklekAcengNagrak
2.SugengHapizKomplek AL
3.AnnisaOdoyCileungsi
4.SelonUdinCikeas BC
5.Mak LampirErick SyardanCikeas
7.AngellaCilloCibubur
Lovebird Bintang
1.AngelCilloCibubur
2.Sugeng DaluHapiz AlamKomplek AL
3.ChelseaFendyJakarta
4.KlasikHaryJakarta
Kacer Mega Bintang
1.RobbinUcokPandu BC
2.Black JackHarryChicago Team
3.JeggerRudy UjangJakarta
4.DozerGiyatnoPandu BC
5.SadewaErickCikeas
Kacer Bintang
1.PratiwiSigit IndraLegenda Wisata
2.RobbinUcokPandu BC
3.Black JackHaryChicago Team
4.JeggerRudy/UjangVilani
Cucak Hijau Mega Bintang
1.Rindu AlamHeryGBJ
2.DangerErwinCibubur
4.TevesAldiJakarta
Kenari
2.Super HerroNcek/IizDepok
3.Boy CigarBobbyJakarta
Pentet Mega Bintang
1.Fungky CopralLakingDepok
2.KabutAslamVillani Team
3.Jagres 7879Dewi/BewokJakarta
4.JabengRusdy KMLBC
Pentet Bintang
1.TopengYadi/AndiCibubur
2.JabresDewi/BewokJakarta
Cucak Jenggot
1.Naga BonarIpul KlingJakarta
3.Rock n RollIpunk/BudiRock nRoll SF
Anis Merah
1.PittonSabitCikeas


Selamat kepada para pemenang, tetap semangat untuk peserta lainnya.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Tuesday, February 4, 2014

Bagaimana memberikan pakan serangga, cacing, dan ikan kecil kepada burung?




KLUB BURUNG





Bagaimana memberikan pakan serangga, cacing, dan ikan kecil kepada burung?



Bagaimana memberikan pakan serangga, cacing, dan ikan kecil kepada burung?

Sepele, tetapi penting ! Disebut sepele, karena bukankah pakan hidup seperti serangga (jangkrik, ulat hongkong, kelabang), cacing tanah, dan ikan-ikan kecil tinggal dimasukkan dalam cepuk dan diletakkan dalam sangkar? Ya, sekilas memang sepele. Tetapi jika salah dalam tatacara pemberian, terlebih soal porsi alias dosisnya, juga dapat berefek kurang bagus pada burung kicauan. Kali ini Om Kicau akan memberikan tips memberikan pakan serangga, cacing tanah, dan ikan kecil untuk burung kicauan di rumah.


Berikan makanan dengan cara yang tepat

Berikan pakan dengan cara yang tepat.



Masih banyak penggemar burung kicauan yang belum mengetahui bagaimana cara memberikan pakan tambahan / extra fooding (EF) seperti serangga kepada burung kesayangannya. Akibatnya, terjadi beberapa hal yang tidak diinginkan, misalnya burung mudah tersedak jangkrik atau ulat yang diberikan.


Untuk membantu Anda yang baru memulai hobi burung kicauan, berikut ini beberapa tips memberikan pakan serangga, juga cacing tanah dan ikan-ikan kecil, untuk burung kicauan di rumah. Meski tidak ada aturan tertulis mengenai masalah ini, semua tips ini sudah menjadi rahasia umum yang dilakukan sejumlah kicaumania selama bertahun-tahun.


Tips memberikan jangkrik


Jangkrik dikenal sebagai EF utama untuk burung murai batu, kacer, pentet, dan sejenisnya. Di alam liar, jangkrik malah menjadi pakan utama (karena di alam liar burung tidak mengenal voer, he.. he..).


Kandungan protein yang tinggi pada jangkrik mudah membuat burung kicauan lebih cepat berbunyi. Karena itu, sebagian besar perawatan harian burung berkicau tidak lepas dari pemberian jangkrik secara rutin.


Namun, dalam pemberiannya, kita harus mengantisipasi kemungkinan burung tersedak atau terluka pada bagian mulut dan tenggorokannya, akibat tergores duri yang ada pada kaki belakang jangkrik. Oleh karena itu, sebelum diberikan kepada burung, sebaiknya kaki-kaki yang berduri dihilangkan dulu.


Jangkrik memiliki kaki belakang yang keras dan berduri

Jangkrik memiliki kaki belakang yang keras dan berduri.



Selain memotong kaki belakangnya, sebagian kicaumania juga memencet kepala jangkrik untuk membuatnya lemas. Cara ini biasanya untuk meminimalisasi risiko jangkrik menggigit mulut atau tenggorokan burung.


Jika Anda perhatikan, burung setiap kali diberi serangga hidup akan berusaha membuat serangga itu mati, dengan cara memukulkannya pada tenggeran atau menggigit bagian demi bagian tubuh serangga. Setelah serangga mati, barulah burung akan menelannya.


Melihat perilaku atau kebiasaan itulah, sebaiknya kita jangan menyodorkan serangga baru, ketika burung masih asyik berjuang melemaskan jangkrik, sebelum menelannya. Sebab, jika burung tahu kita menyodorkan serangga, dia akan tergesa-gesa menelannya agar bisa menyantap serangga berikutnya, yang bisa berisiko tersedak.


Lain halnya kalau jangkrik diletakkan dalam cepuk (bukan disodorkan). Burung akan menikmati menunya secara alami, satu demi satu, sampai akhirnya semua jangkrik habis.


Satu hal yang perlu diperhatikan, jangan memberi jangkrik yang sudah mati / bangkai kepada burung. Sebab kita tidak tahu persis sudah berapa jam jangkrik tersebut mati. Sebab jangkrik yang sudah menjadi bangkai berpotensi besar sudah kemasukan agen-agen penyakit yang tak mungkin bisa dilihat dengan mata telanjang, seperti bakteri dan jamur. Sebagian besar kutu / tungau juga susah dilihat dengan mata telanjang.


Jika jangkrik yang sudah mati terkontaminasi agen penyakit, kemudian burung menyantapnya, maka risiko agen penyakit masuk ke tubuh burung bisa dikatakan hampir 100 persen. Dampaknya terhadap kesehatan burung itu sendiri tergantung dari rentang waktu antara jangkrik mati dan saat burung menyantapnya.


Hal ini harus menjadi perhatian sobat kicaumania, karena ternyata masih banyak penggemar burung (khususnya pemula) yang memberikan jangkrik mati kepada burung peliharaannya.


Tips memberikan ulat hongkong


Seperti halnya jangkrik, ulat hongkong juga merupakan EF yang umum diberikan kepada burung kicauan. Namun perlu diperhatikan, ulat hongkong memiliki kulit yang keras (eksoskeleton) yang lama sekali dicerna oleh burung.


Karena itu pula, sebaiknya pilihlah ulat hongkong yang sedang berganti kulit atau berwarna putih. Anda pun bisa mempercepat proses pergantian kulit pada ulat hongkong. Panduan lengkapnya bisa dilihatdi sini.


ulat hongkong / mealworm

Ulat hongkong / mealworm.



Selain itu, waspadai juga gigi-gigi tajam dari ulat hongkong, karena banyak kasus ulat hongkong yang menyerang dan menggigit mata burung saat masih berada dalam jepitan paruh burung. Untuk itu, sebelum memberikannya kepada burung, disarankan agar kepala ulat hongkong dipotong terlebih dulu.


Untuk burung-burung kecil seperti ciblek atau perenjak, sebaiknya hindari memberikan ulat hongkong secara berlebihan. Karena, menurut pengalaman penulis, pemberian UH secara berlebihan bisa membuat penyakit mata pada burung tersebut.


Tips memberikan cacing tanah


Burung makan cacing

Burung-burung di alam liar gemar makan cacing tanah.



Cacing tanah termasuk pakan favorit untuk burung murai batu, kacer, serta berbagai jenis burung punglor / anis. Sekarang banyak dijual cacing tanah dalam bentuk kalengan atau kantong plastik. Yang harus diperhatikan, ada sebagian cacing tanah yang sudah mati dan berbau. Jika itu terjadi, jangan diberikan kepada burung karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada burung.


Sebelum diberikan, sebaiknya cacing direndam terlebih dulu dalam air bersih, untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran yang masih menempel. Setelah itu, cacing bisa diberikan kepada burung.


Jika diperlukan, cacing tanah bisa direndam dalam air yang sudah dicampur dengan multivitamin seperti BirdVit sebelum diberikan kepada burung.


Tips memberikan pakan alternatif


Selain jangkrik dan ulat hongkong, beberapa kicaumania memberikan pakan alternatif lain seperti ikan-ikan kecil dan kelabang.  Berikut beberapa tips cara memberikan pakan alternatif tersebut.


1. Ikan-ikan kecil


Ikan kecil bagus untuk burung

Ikan kecil bagus untuk burung.



Memberikan ikan kecil pada burung murai batu dan cendet bisa menjadi terapi tersendiri, terutama jika burung dalam keadaan stres atau ngedrop. Ikan yang diberikan harus berukuran kecil, karena tulangnya lebih lunak dan mudah dicerna. Contoh ikan-ikan kecil antara lain guppy atau cere.


Jangan memberikan ikan berukuran besar seperti anakan ikan emas dan mujair. Sebab ikan ini memiliki duri dan tulangnya juga terlalu keras untuk pencernaan burung. Anakan ikan emas dan mujair bisa diberikan untuk burung tengkek atau cekakak.


2. Kelabang


Kelabang

Kelabang, pakan alternatif untuk burung.



Kelabang sering dianggap pakan favorit burung di habitatnya. Benarkah demikian ? Kelabang sebenarnya punya racun atau bisa yang tersimpan dalam taringnya. Tetapi karena mengandung protein tinggi, burung liar memang menyukainya.


Beberapa kicaumanua sering memberikan kelabang, terutama untuk mengatasi burung yang macet bunyi atau ngedrop.  Namun perlu diingat, kesukaan burung di alam liar terhadap kelabang kemungkinan menjadi salah satu penyebab umur mereka lebih pendek daripada burung sejenis yang dipelihara dalam sangkar.


Selain itu, bisa / racun pada kelabang bisa membahayakan keselamatan burung Anda. Namun, apabila Anda ingin memberikan kelabang kepada burung di rumah, dianjurkan memotong bagian yang bertaring, dan pemberiannya cukup seminggu sekali saja.


Itulah beberapa tips tentang pemberian pakan tambahan kepada burung kicauan di rumah, terutama untuk para kicaumania pemula.


Semoga bermanfaat.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Monday, February 3, 2014

Murai batu borneo naik daun di Jabodetabek




KLUB BURUNG





Murai batu borneo naik daun di Jabodetabek



Murai batu borneo naik daun di Jabodetabek

Beberapa event organizer (EO) di wilayah Jabodetabek mulai memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan murai batu borneo, yang selama ini dipandang sebelah mata oleh sebagian kicaumania di Jawa. Bentuk apresiasi ini terlihat dari dibukanya kelas khusus murai batu borneo dalam beberapa even di Jabodetabek. Misalnya dalam Seri VIII Liga Ronggolawe Jabodetabek di Bintaro 9 Walk Sektor IX, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.


MB borneo

Murai batu borneo


Kelas murai borneo juga kembali dilombakan dalam Seri Penutup (XII) Liga Ronggolawe Jabodetabek di Brigif 202 Tajimalela, Jalan Raya Narogong, Rawa Panjang, Bekasi, 26 Januari lalu.


Hal ini menunjukkan kalau saat ini sudah banyak penggemar murai borneo batu di Jawa, terutama di wilayah Jabodetabek, di samping kepedulian pihak Ebod Jaya selaku sponsor terhadap plasma nutfah asli Kalimantan tersebut.


Bahkan tak sedikit pula yang mendorong Om Kicau agar membantu menghapus stereotype negatif dari sebagian kicaumania terhadap ras murai batu asal Borneo ini.


Sebenarnya Om Kicau sudah beberapa kali mengulas murai batu borneo, antara lain bisa dilihat pada referensi berikut ini :


Ada peristiwa yang membuat Om Kicau agak terenyuh, ketika Om Dimas Aryokusumo minta agar fotonya bersama Total Anarchy, saat menjuarai Kelas MB Borneo dalam Seri VIII Liga Ronggolawe Jabodetabek bisa disusulkan.


Setelah memenangi lomba, Om Dimas langsung pulang, sehingga reporter Om Kicau di Jakarta memang tak sempat menjumpainya.


Ketika berita lomba dan gambar para juara  sudah dimuat (silakan cek di sini), Om Dimas mengirim email berisi foto usai memenangi lomba. “Apabila berkenan, boleh tidak kalau foto saya di-update,” ujarnya.


Om Kicau langsung menjawab bisa, dan saat itu juga foto langsung disusulkan. Om Dimas kemudian menjawab, “Alhamdulillah, semoga kelas murai borneo makin sering dilombakan di tahun 2014. Terima kasih Om Kicau”.


Ada semangat dari Om Dimas, juga dari para penggemar murai borneo lainnya, agar setiap lomba burung berkicau di Jabodetabek selalu menyertakan kelas murai borneo, karena peminatnya cukup banyak. Kalau ini bisa terjadi, maka Jabodetabek akan menjadi “wilayah unik”, karena ada empat kelas murai batu dengan spesifikasi masing-masing, yaitu:


  • Kelas murai batu umum

  • Kelas murai batu ring (hasil penangkaran)

  • Kelas murai batu ekor hitam (blacktail)

  • Kelas murai batu borneo

Semoga daerah lain juga bisa mengikutinya, sehingga pada akhirnya semua jenis burung murai batu di Indonesia bisa terakomodasi dengan baik. Penentu utamanya nanti adalah kelas murai batu umum, di mana beberapa murai hasil penangkaran pernah menjuarai kelas umum. Murai batu ekor hitam juga pernah menjuarai kelas umum.


Kita tunggu, apakah murai batu borneo juga bisa diikutkan dalam kelas umum. Kalau bisa, kita tunggu pula gaco-gaco MB borneo yang mampu menjuarai kelas murai batu umum.


Kicauannya cetar membahana


Murai batu borneo 'Hercules'

Hercules, salah satu murai borneo jawara di Kalimantan.



Naiknya pamor murai batu borneo, khususnya di wilayah Jabodetabek, umumnya karena mereka sudah melihat dan mendengar sendiri suara kicauannya yang cetar membahana.


Di sejumlah pasar burung, murai borneo juga makin mudah dijumpai. Sayangnya, sebagian pedagang belum mau terbuka soal dagangannya. Demi meraih keuntungan, mereka umumnya mengklaim burung yang dijualnya adalah murai batu lampung atau murai batu jambi, padahal murai batu borneo.


Jadi, pedagang juga harus ikut membantu menjelaskan burung yang dijualnya, kalau mereka masih mengakui dirinya sebagai bagian dari kicaumania. Katakan saja yang sebenarnya. Sebab, sebagaimana jenis burung kicauan lainnya di pasaran, pasti ada yang berkualitas bagus, sedang, dan kurang bagus. MB borneo pun begitu.


Untuk membedakan murai batu borneo dari murai batu asal Sumatera, biasanya para penggemar memperhatikan warna bulu di bagian dadanya yang berwarna kuning kecokelatan, serta kepalanya yang hitam, dengan ujung ekor yang lebih melebar.


Ukuran tubuh tidak bisa dijadikan patokan baku, apalagi kalau tidak ada burung lain sebagai pembanding. Sebab, meski rata-rata berukuran sedang, ada pula murai borneo yang posturnya lebih besar daripada murai batu asal Sumatera.


Panjang ekor dari burung murai batu asal Kalimantan ini bisa mencapai 10 hingga 18 cm yang tergantung dari habitat asalnya. Contohnya saja untuk murai batu asal Kalimantan timur, Kalimantan barat dan Kalimantan selatan rata-rata memiliki ekor yang lebih pendek dari murai batu asal Kalimantan tengah.


Soal daerah asal sebenarnya juga tidak bisa dijadikan ukuran, kendati yang popular saat ini adalah murai batu borneo dari Banjar dan Palangkaraya. Dari beberapa referensi yang ada, murai borneo dari dua daerah ini dapat dibedakan dari ciri-ciri fisiknya.


Murai borneo dari Palangkaraya cenderung memiliki ciri-ciri fisik yang hampir mirip dengan murai batu asal Sumatera. Karena itu pula, para pedagang nakal kerap mengklaim murai batu asal Palangkaraya sebagai murai batu lampung.


Adapun murai borneo asal Banjar lebih banyak dicari karena diyakini memiliki sifat fighter yang bagus. Ciri-ciri lain yang membedakan kedua murai borneo ini adalah :


  • Murai borneo dari Palangkaraya memiliki ukuran tubuh sedang, dengan bentuk memanjang.

  • Murai borneo dari Banjar memiliki warna bulu dada lebih terang daripada murai borneo asal Palangkaraya.

  • Panjang ekor murai borneo dari Banjar lebih pendek (10 – 15 cm), adapun murai borneo asal Palangkaraya bisa mencapai 15 – 18 cm.

  • Gaya tarung murai borneo asal Palangkaraya dan Banjar memiliki sedikit sekali perbedaan, murai batu asal Banjar akan mengembungkan seluruh bagian depan tubuhnya sehingga terlihat bulat sedangkan murai batu borneo asal Palangkaraya sedikit mengembungkan tubuh di bagian perut hingga dada bagian atasnya, namun hal tersebut tidak mutlak dan tergantung dari kondisi burung murai batu tersebut.

Kelebihan murai borneo, selain mentalnya yang baik, adalah sangat aktif dengan suara-suara isian yang cukup kasar. Burung ini juga mudah dimaster dengan suara-suara baru. Perawatannya pun tidak terlalu sulit, sehingga makin banyak digemari.


Kini murai borneo tidak lagi terpinggirkan, karena sudah bermunculan kelas-kelas khusus dalam arenaa latber, latpres, dan lomba. Hal ini berimbas pada meningkatnya harga burung.


Sebelumnya, murai borneo yang sudah rajin bunyi biasa dibanderol dengan harga Rp 750.000 – Rp 850.000. Kini harganya bisa mencapai lebih dari Rp 1,2 juta. Belum lagi kalau burung pernah berprestasi di lapangan, tentu harganya makin  melambung tinggi.


Semoga bermanfaat.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Sunday, February 2, 2014

Imlek, omzet pedagang emprit mencapai Rp 8 Juta




KLUB BURUNG





Imlek, omzet pedagang emprit mencapai Rp 8 Juta



Imlek, omzet pedagang emprit mencapai Rp 8 Juta

Seperti biasa, setiap perayaan Tahun Baru Imlek, para pedagang burung emprit / pipit selalu ketiban rezeki. Ya, pada hari itu, saudara-saudara kita dari etnis Tionghoa akan memborong burung emprit untuk dilepasliarkan sebagai ritual penebus dosa / kesalahan, juga simbol kerendahan hati, sekaligus untuk membuang kesialan. Tak heran jika omzet penjualan pada pedagang emprit bisa mencapai jutaan rupiah pada Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari Jumat (31/1) kemarin.


Lepas burung emprit setiap Imlek (foto:Antara)

Ritual melepas burung emprit setiap perayaan Imlek (foto:Antara)



Rezeki musiman tersebut dirasakan para pedagang burung emprit. Dalam tiga hari terakhir, omzet penjualannya melonjak hingga 10 kali lipat daripada hari-hari biasa.


Seorang pedagang bahkan mengaku bisa menjual sekitar 5.000 ekor, dengan omzet mencapai Rp 8 jut . Biasanya mereka hanya bisa menjual 200 – 300 ekor per hari.


Pedagang burung emprit

Pedagang burung emprit


Sebelumnya, para pedagang sudah mengantisipasinya dengan membeli burung emprit langsung dari pengepul di daerah-daerah, termasuk di Karawang. Harga kulakan emprit sekitar Rp 500 / ekor, rata-rata hasil tangkapan alam.


Keuntungan yang didapat pedagang bisa meningkat beberapa kali lipat. Dari pengepul yang hanya seharga Rp 500, pedagang umumnya menjual dengan harga Rp 1.000 pada hari biasa, dan saat Imlek mencapai Rp 2.000 per ekor.


Warga etnis Tionghoa yang merayakannya pun sangat terbantu, sebab berdasarkan tradisi leluhur, burung emprit memang diperlukan sebagai simbol penebus kesalahan atau dosa, membuang sial, sekaligus berharap rezeki berlimpah di sepanjang tahun berikutnya.


Semoga bermanfaat.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Saturday, February 1, 2014

Kapolres Magetan Cup bakal meriah, tiket MB ludes




KLUB BURUNG





Kapolres Magetan Cup bakal meriah, tiket MB ludes



Kapolres Magetan Cup bakal meriah, tiket MB ludes

Lomba Burung Berkicau Kapolres Magetan Cup bakal meriah. Hal ini terlihat dari pemesanan tiket hingga Jumat (31/1) malam. Panitia menyediakan 1.323 lembar tiket, dan terpesan 70 persen (919 lembar). Semua kelas murai batu dipastikan ludes.Dua kelas cucak hijau juga ludes, hanya tersisa tiga lembar di Kelas Kabag yang mungkin habis hari ini. Dua kelas lovebird juga habis, tetapi masih ada 18 lembar di Kelas Kabag. Even akan berlangsung di Mapolres Magetan, Jalan Magetan-Maospati  Km 4 Magetan, Minggu (2/1) besok, mulai pukul 10.00.


Panitia Kapolres Magetan Cup

Panitia Kapolres Magetan Cup silaturahmi ke Kapolres AKBP Riky Haznul SIK (3 dari kiri).



Selain jejaring (networking) kuat yang dimiliki sejumlah personel panitia, seperti Ketua Pelaksana Edy Kim, Budi Azerehe dari Bagian Reservasi, dan panitia lainnya, kemasan lomba juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta.


Seperti diberitakan sebelumnya, panitia menyediakan doorprize  satu unit sepeda motor (bebas bea administrasi) dan puluhan angpau bernilai jutaan rupiah.


Edy Kim menjamin para juri bakal bekerja dengan seobjektif mungkin. Kapolres Magetan AKBP Riky Haznul SIK, yang juga penggemar burung berkicau, siap memantau langsung ke lapangan, sekaligus memastikan lomba berjalan lancar dan tertib.


“Kami berharap semua peserta juga berlaku tertib. Misalnya saat bendera start, burung harus segera digantang, agar budaya saling tunggu bisa dihilangkan. Budaya non-teriak juga perlu ditaati seluruh pemain dan joki, tanpa kecuali,” pinta Edy Kim.


Brosur Kapolres Magetan Cup

(klik gambar untuk mengunduh brosur)



Perkembangan jumlah tiket terpesan


Budi Azerehe, dari Bagian Reservasi, mengabarkan kepada Om Kicau mengenai perkembangan tiket yang terpesan. “Meski lovebird sudah ditambah satu kelas, nyatanya tetap membeludak,” kata Budi.


Jadi, kalau semalam tersisa 18 lembar tiket lovebird, boleh jadi saat Anda membaca berita ini, sudah tidak ada lagi sisa tiket lovebird, cucak hijau, dan kacer.


Cendet yang terdiri atas tiga kelas masih menyisakan tiket dalam jumlah cukup, yaitu Kelas Kapolres (20), Wakapolres (15), dan Kabag (35). Begitu pula anis merah, kenari, cucak jenggot / kapas tembak, dan pleci.


“Silakan pastikan pemesanannya hari ini. Sebab tidak ada jaminan tiket masih tersisa jika membeli di lapangan saat hari lomba,” tambah Budi Azerehe.


Sebagaimana even Magetan The Beauty of Java di Telaga Sarangan, beberapa waktu lalu, even kali ini juga bakal didominasi kicaumania dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY. Selama ini, Budi Azerehe dan Wawan BRI punya hubungan sangat baik dengan para kicaumania di kawasan Solo Raya dan DIY.


Untuk para peserta dari Jawa Tengah, khususnya Solo ke barat, akses dari Tawangmangu – Sarangan saat ini sudah aman dan lancar untuk dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Pekan lalu, jalur ini sempat terganggu akibat terkena longsoran.


REKAPITULASI PESANAN TIKET KAPOLRES MAGETAN CUP


(data hingga Jumat malam, 31 Januari 2014)


































































































KELAS & JENIS BURUNG

TERSEDIA



TERPESAN



SISA


KELAS KAPOLRES
1.   ANIS MERAH

63



23



40


2.   CUCAK HIJAU

63



63



0


3.   KACER

63



60



3


4.   CENDET

63



43



20


5.   MURAI BATU

63



63



0


6.   LOVEBIRD

63



63



0


KELAS WAKAPOLRES
7.   ANIS MERAH

63



19



44


8.   CUCAK HIJAU

63



63



0


8.   KACER

63



63



0


9.   CENDET

63



48



15


10. MURAI BATU

63



63



0


11. LOVEBIRD

63



63



0


KELAS KABAG
12. CENDET

63



28



35


13. CUCAK HIJAU

63



60



3


14. C. JENGGOT – K. TEMBAK

63



19



44


15. KENARI

63



32



31


16. KACER

63



57



6


17. LOVEBIRD

63



45



18


KELAS KASAT

 



 



 


18. PLECI A

63



19



44


19. PLECI B

63



11



52


20. CAMPURAN BEBAS

63



14



49



DAFTAR PEMESAN TIKET (klik di sini)



Jangan lupa mampir ke sentra sepatu Jalan Sawo


Bagi para peserta dari luar kota, Anda bisa memanfaatkan waktu luang sebelum atau sesudah lomba untuk mengenal berbagai potensi Kabupaten Magelang. Selama ini, Magetan dikenal karena wisata alam Telaga Sarangan. Nah, silakan mampir ke sana jika ada waktu.


Kalau tidak sempat, langsung saja mampir ke sentra kerajinan kulit yang memusat di Jalan Sawo. Di mana sih letak Jalan Sawo? Mudah kok, karena persisi di ujung Kota Magetan dari arah Sarangan.


Di tempat inilah Anda bisa menjumpai banyak toko atau outlet yang menjual produk kerajinan kulit, mulai dari tas, sepatu, jaket, dan sebagainya. Ya, kira-kira mirip dengan Cibaduyut (Bandung) atau Tanggulangin (Surabaya).


Kerajinan sepatu di Magetan

Sentra perajin sepatu di Jalan Sawo Magetan.
(Foto: infomagetan.blogspot.com)



Pada hari libur, banyak pelancong Telaga Sarangan tang mampir ke Jalan Sawo. Terkadang, ada pula yang berhenti dulu di Jalan Sawo, kemudian meneruskan perjalanan ke Telaga Sarangan.


Potensi dan produk unggulan ini rupanya belum banyak diketahui kicaumania yang kerap melewati jalur ini, baik untuk lomba di Magetan atau wilayah lain di Jawa Timur. Keinginan menangkap potensi daerah inilah yang menjadi salah satu sasaran dari penyelenggaraan Kapolres Magetan Cup.


Kapolres Magetan AKBP Riky Haznul SIK sejak awal menegaskan, lomba burung mestinya tak sekadar menjadi pertarungan antar-burung saja, tetapi juga bisa menjadi bagian dari media promosi potensi daerah di Magetan, sehingga lebih dikenal masyarakat luar daerah, melalui kiprah para kicaumania.


Menanggapi harapan Pak Kapolres, Nonet –salah seorang perajin sepatu di Jalan Sawo– menyambut gembira. “Wah, baru kali ini Om Kicau merilis lomba burung sambil nyinggung-nyinggung soal perajin sepatu di Jalan Sawo,” ujarnya.


Jalan Sawo Magetan

Nonet di outlet sepatu Jalan Sawo Magetan.



Ketika dijelaskan bahwa ini memang salah satu sasaran dari gelaran Kapolres Magetan Cup, sekaligus harapan dari orang nomor satu di Mapolres Magetan, Om Nonet terlihat makin senang.


Sebab, dia dan teman-teman perajin sepatu di Jalan Sawo sudah merasakan imbas positif dari lomba burung terhadap omzet penjualannya saat berlangsung kontes Magetan The Beauty of Java di Telaga Sarangan, beberapa waktu lalu.


Om Nonet yang juga kicaumania menambahkan, efek Kapolres Magetan Cup juga sudah mulai terasa saat ini. “Banyak teman kicaumania dari luar daerah yang berjanji akan mampir ke Jalan Sawo. Lepas apakah mau belanja atau tidak, kami sangat senang kalau mau mampir dan melihat-lihat kreasi para perajin sepatu di Magetab. Setidaknya, mereka akan bercerita kepada anggota keluarga atau teman-temannya,” kata Om Nonet.


Kelak, mereka bisa datang lagi ke Jalan Sawo bersama keluarga atau sahabatnya, untuk tujuan lebih jelas: membeli sepatu ! “Terima kasih kepada Pak Kapolres yang peduli juga dengan hal-hal yang tak terfikirkan oleh orang lain,” tandas Om Nonet. (Waca)


Semoga bermanfaat.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT: