Tuesday, October 7, 2014

Hasil Latber Polder disumbangkan kepada kicaumania yang sakit liver




KLUB BURUNG





Hasil Latber Polder disumbangkan kepada kicaumania yang sakit liver



Latber Polder Air Hitam Samarinda rutin digelar setiap Jumat, mulai pukul 14.30 WITA. Jadwal ini memang ditepati, terbukti Jumat (3/10) lalu digelar latber yang terdiri atas 14 kelas dan sebagian besar full peserta. Atas inisiatif panitia yang diamini para peserta, selang dua kemudian atauMinggu (5/10), digelar kembali latber untuk tujuan amal. Semua hasil latber (Rp 2.112.000) disumbangkan kepada Om Delon Melon, kicaumania yang terbaring di rumah sakit akibat penyakit liver.


Latber Polder Air Hitam Samarinda

Suasana kelas cucak hijau yang full peserta dalam Latber Polder Air Hitam Samarinda.


Latber dadakan hari Minggu itu dimulai lebih awal, yaitu pukul 13.30. Panitia yang digawangi Om Edi Polder dan Om Andung mencoba mengambil prakarsa amal, setelah mendengar kabar Bapak Mashudi, atau lebih akrab disapai Om Delon Melon, dirawat di rumah sakit lantaran sakit liver.


Seluruh hasil penjualan tiket yang terkumpul sebesar Rp 2.112.000 kemudian dibawa Om Andung dan kawan-kawan ke rumah sakit di mana Om Delon Melon dirawat, dan langsung diserahkan kepada yang bersangkutan.


Selain uang hasil penjualan tiket, ada donatur tambahan pada beberapa pedagang burung di Samarinda, yaitu Kios Kacong Sambutan, Kios Burung Pemuda, Kios Darto Pelita, Kios Hasta Bengkuring, Kios Ali Gerilya, Kios Pak Moh, dan Agus GM Ciblek.


“Seluruh sumbangan kita serahkan Minggu malam seusai lomba. Atas nama keluarga Bapak Delon, kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan donasi dari para kicaumania di Samarinda. Semoga ini makin mempererat tali sitarurahmi di antara kita. Saat lomba, kita bersaing. Di luar lapangan, kita bersaudara,” kata Om Andung.


Sumbangan Polder Air Hitam

Om Andung (kiri) menyerahkan sumbangan kepada Om Delon Melon.


Bagi Polder Air Hitam, mengelola latber secara dadakan pun tidak masalah. Sebab mereka sudah memiliki fasilitas lomba permanen, bahkan terlengkap di Kalimantan Timur, serta sudah memiliki perangkat lomba lainnya seperti juri dan korlap yang selalu stand-by jika sewaktu-waktu diperlukan.


Dalam latber amal ini, kacer Over Dosis milik Alex (Golden SF) meraih double winner setelah menjuarai Kelas Sosial dan Kelas Amal. Jagoan lain yang bersinar adalah kacer Kelana milik H Hendra (Pelangi BC) yang berhasil meraih sekali juara 1 dan dua kali juara 2.


Om Alex juga berjaya di kelas murai batu. Gaconya pun diberi nama yang sama, Over Dosis, yang meraih tiga gelar juara 1 dan sekali juara 4 dari empat kelas yang dibuka panitia. MB Over Dosis tampil memukau dan ciamik, sehingga berhasil menggempur dan melibas lawan-lawannya.


Golden SF

Om Alex (berdiri, tengah) dan Tim Golden SF.


Kelas cucak hijau didominasi Alken. Burung milik Awie (Lamasia BC) ini nyaris mencetak quattrick. Sayangnya, di Kelas Donasi, Alken harus puas di urutan kedua di bawah cucak hijau Rossi milik Riky dari Jelawat. Padahal tiga sesi lain sudah dimenangi Alken.


Lamasia BC

Om Awie (berdiri, kanan) bersama Tim Lamasia BC.


Lovebird RCF nyaris hattrick dalam Latber Jumat


Dalam Latber Polder Air Hitam hari Jumat (3/10), yang merupakan agenda mingguan, jumlah peserta memang lebih banyak daripada latber amal. Panitia membuka 14 kelas, di mana kelas kacer (3 sesi), murai borneo (3), cucak hijau (3), dan lovebird (3) semuanya full peserta.


Lovebird RCF milik Om Kancil (Trisari) menjadi bintang lapangan setelah meraih double winner plus sekali runner-up. RCF menang di Kelas A dan B. Adapun Kelas C dijuarai lovebird Cinta milik Candra (Lamasia BC), dan RCF di urutan kedua.]


Pak Kancil Bhimex SF

Om  Kancil bersama lovebird RCF (sangkar kiri) dan Rembo.


Om Kicau pernah memuat profil Om Kancil, yang sehari-hari berprofesi sebagai pembuat arang batok kelapa. Setiap ke arena lomba, dia diantar istrinya mengendarai seperda motor sambil membawa lovebird RCF.


( baca juga RCF: Lovebird milik pembuat arang yang moncer di Polder Air Hitam )


Kacer Kotak milik Om Sakka (Gg Sanggam) juga berhasil meraih double winner. Burung ini tidak mendapat perlawanan berarti ketika tampil di Kelas A dan B, sehingga tampil sebagai juara 1.


Namun di Kelas C, Kotak harus puas di posisi ketiga. Juara 1 dan 2 masing-masing ditempati Raja Libas II milik Rusdy (Rajawali BC) dan Arjuna milik Ragil T dari Pelangi BC.


Latber Polder Air Hitam setiap hair Jumat mulai pukul 14.30 memang sering dimanfaatkan para kicaumania Samarinda dan sekitarnya sebagai ajang pemanasan menuju lomba yang lebih besar. (v1rgoboy)


Hasil Latber Jumat (3/10)  |  Hasil Latber Amal – Minggu (5/10)


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).


Navigasi Utama:











Monday, October 6, 2014

Brosur lomba burung berkicau di Tangerang, Jaksel, dan Gresik




KLUB BURUNG





Brosur lomba burung berkicau di Tangerang, Jaksel, dan Gresik



Om Kicau menerima kiriman tiga brosur lomba burung berkicau, masing-masing Latber SAS Marsela di Jakarta Selatan (8/10), Latpres Desa Burung BnR di Tangerang (9/10), dan Samurai Cup 1 di Gresik, Minggu 28 Oktober 2014.


Berikut ini tiga brosur terbaru yang masuk ke Redaksi Om Kicau, diurutkan berdasarkan tanggal pelaksanaannya:


Latber SAS Marsela Enterprise, Jakarta Selatan 8 Oktober 2014


Brosur Latber SAS Marsela Enterprise, Jakarta Selatan 8 Oktober 2014


Latpres Desa Burung BnR, Tangerang, 9 Oktober 2014


Brosur Latpres Desa Burung BnR, Tangerang, 9 Oktober 2014


Lomba Burung Berkicau Samurai Cup 1, Gresik, 26 Oktober 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau Samurai Cup 1, Gresik, 26 Oktober 2014Semua brosur bisa diunduh di Halaman Brosur Lomba Burung. Klik saja link tersebut, sampai muncul browser baru.  Cari brosur yang dikehendaki, dengan melihat judul lomba dan tanggal pelaksanaannya. Klik judul terpilih sehingga akan muncul browser baru lagi berisi gambar brosur ukuran besar.


Selamat berlomba, jaga sportivitas dan fairplay.


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).


Navigasi Utama:











Sunday, October 5, 2014

Membangkitkan kembali kacer ngedrop – Belajar dari kasus Speed Racer




KLUB BURUNG





Membangkitkan kembali kacer ngedrop – Belajar dari kasus Speed Racer



Memenuhi permintaan Om Agoes Bimbim dalam komentarnya di artikel kacer Speed Racer kembali ke jalur juara, kali ini Om Kicau menurunkan artikel berjudul Tips membangkitkan lagi kacer ngedrop – Belajar dari kasus Speed Racer. Semuanya berdasarkan pengalaman Om Adry Riady dari Pangkalpinang yang selama ini dipercaya H Sadat (B16) untuk memoles Speed Racer.


kacer speed racer

Kacer Speed Racer kembali ke performa terbaiknya.


Seperti diketahui, nama Speed Racer pernah bikin heboh dunia perburungan, khususnya kelas kacer. Burung milik H Sadat yang perawatannya diserahkan kepada Adry Riady di Pangkalpinang, Bangka, ini menang di berbagai even, termasuk di Jawa, dan moncer pula dalam Piala Raja 2012 di Jogja.


Saat mengikuti Piala Raja 2012, Speed Racer tampil sebagai juara 1 di Kelas Prameswari, unggul atas Satria Dewa milik Jimmy DS (juara 2), Ningrat milik Mr Chandra Pontianak (juara 3), dan Solo Berrick miliki Halley WS (juara 4).


Penampilan Speed Racer di kelas utama, Maharaja, pun tetap ciamik dan berada di urutan kedua di bawah kacer Melody milik Bambang Honda. Juara 3 ditempati  Satria Dewa dan juara 4 Solo Berrick.


Adry dan kacer Speed Racer

Om Adry dan kacer Speed Racer usai menjuarai Piala Raja 2012.


Setelah itu, Speed Racer masih tampil perkasa di sejumlah even, termasuk meraih hattrick dan sekali juara 2 dalam kontes Dewa Ruci Cup IV di Palembang, September 2012.


Problem mulai muncul ketika Speed Racer bersama Om Adry terbang dari Pangkalpinang menuju ke Semarang, untuk mengukuti even nasional 168 Cup II, 7 April 2013.


“Di Semarang, SR (Speed Racer) bisa dikatakan sama sekali tidak mau nampil. Bahkan saat mengikuti Seri 5 Liga BnR Sumatera di Pangkalpinang (8/9/2013), SR malah mbagong,” jelas Om Adry.


H Sadat Jakarta

H Sadat memercayakan penanganan Speed Racer kepada Om Adry.


Dengan penuh kesabaran, Om Adry terus merawat dan memperbaiki penampilan kacer Speed Racer. Hasilnya, burung kembali ke top form sejak Oktober 2013. Speed Racer bahkan berhasil nyeri juara 1 dalam even di Medan dan Bangka.


Setelah itu, Speed Racer kerap mbagong jika tampil di luar Bangka. “Makanya, SR lebih sering turun di Bangka dan kerap juara. Sebab setiap kali dibawa keluar Bangka, selalu mbagong,” ujar Om Adry.


Sejak Februari hingga April 2014, SR masih sering menjuarai even di Bangka sebelum akhirnya masuk masa mabungnya dan baru kelar akhir Juli lalu.


Sepanjang Agustus 2014, Speed Racer sudah mulai tampil lagi dalam even di Bangka dan kerap juara. Bulan berikutnya, Om Adry Riady mulai mencoba menurunkannya dalam even di luar Bangka.


Even perdana yang diiikutinya tidak main-main, yaitu Pangdam Cup I di Palembang, 21 September lalu. Hampir semua kacer terbaik di Pulau Sumatera turun di sini.


Saat itu Speed Racer mengoleksi satu gelar juara pertama dan dua kali juara 2. Kelas lainnya dijuarai kacer Senpi milik Andre Sutanto dan Panglima Sumatera milik H Rico (Lampung), dua kacer jawara yang juga kerap menang di Jawa.


Adry Riady

Om Adry Riady (tengah) saat menerima trofi di Pangdam Cup I Palembang (21/9).


Sejak itulah Om Adry makin optimis kacer Speed Racer sudah menemukan peak performance seperti masa kejayaan dulu. Burung kemudian ditampilkan dalam even 168 Cup III di Semarang, 28 September lalu, dengan hasil juara 2 di bawah Satria Dewa.


Adry Riady

Adry Riady: Speed Racer juara 2 di 168 Cup III Semarang (28/9).


Om Adry mengaku belum tahu secara persis rencana lomba berikutnya untuk Speed racer, terutama untuk even besar di luar Bangka, apalagi sampai ke Jawa.


“Ya lihat kondisi burungnya dulu. Jika fit, tinggal usul ke Haji Sadat. Kalau bos setuju, ya saya tinggal berangkat. Soal ke Pakde Karwo Cup IV, 12 Oktober nanti, saya belum bisa memastikan. Soalnya saat di Semarang burung terlihat sedikit kelelahan, sehingga penampilannya kurang maksimal, tapi sudah mau nampil,” jelas Om Adry lagi.


Om Adry Riady dan Om Agus Nasa

Om Adry Riady dan Ketua Panitia 168 Cup III, Om Agus Nasa (kanan).


Yang membuatnya bangga, setiap kali berlomba dan menang, SR selalu mendapat pengakuan dari lawan-lawannya. Ini bisa dilihat dari komentar para pemain lain dalam FB Adry Riady, yang gaconya dikalahkan Speed Racer.


Sebaliknya ketika SR kalah, baik karena kurang nampil atau karena lawan tampil lebih baik, Om Adry pun tak malu-malu mengakuinya. “Kalau kalah ya kalah, kalau menang ya menang. Simpel saja, dan tak perlu membanggakan burung masing-masing,” ujarnya.


Perawatan kacer Speed Racer


kacer Speed Racer

Saat di lapangan, Speed Racer terus berkicau sambil buka ekor.


Nah, bagaimana Om Adry merawat SR dengan begitu sabar, terutama saat mengalami masa ngedrop dulu?


Saat ngedrop, perawatan harian sebenarnya tetap sama seperti dalam kondisi normal. Dalam hal ini, burung diberi 5 ekor jangkrik pada pagi hari, dan 5 ekor lagi pada sore hari. “Dari dulu setelannya ya seperti itu,” kata Om Adry.


Kroto diberikan secukupnya, dan harus disesuaikan dengan kondisi burung. Jika kondisi burung agak lemas, kroto wajib diberikan. Tetapi kalau burung sudah terlalu gacor, tidak perlu diberikan kroto.


Penjemuran dilakukan sampai pukul 10.00.  Jadwal mandi dilakukan sore hari. Yang menarik, Speed Racer kalau malam hari tidak dikerodong.


kacer Speed Racer

Malam hari, kacer Speed Racer tak pernah dikerodong.


Untuk mengembalikan mentalnya yang ngedrop, sekaligus menjaganya agar tidak ngedrop kembali, Speed Racer sehari-hari dimasukkan ke dalam kandang umbaran. Jadi aktivitas makan, minum, dan mandi dilakukan di kandang umbaran. Menjelang maghrib, baru dipindah ke sangkar harian.


Kandang umbaran berukuran panjang 1,5 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 3 meter. Lantai / dasar kandang diberi pasir dan butiran bata merah.


Kandang umbaran kacer Speed Racer

Usai lomba, Speed Racer masuk kandang umbaran sejak pagi hingga sore hari.


“Kalau habis lomba di dalam kota, maka burung masuk kandang umbaran sejak Senin sampai Sabtu. Tetapi kalau habis lomba di luar kota, apalagi sampai Jawa, biasanya SR dimasukkan dalam kandang  umbaran mulai Selasa,” jelas Om Adry.


Dengan menempatkannya dalam kandang umbaran, burung pun memperoleh sedikit keleluasaan, dan itu sangat membantu dalam mengembalikan mentalnya yang ngedrop.


Ya, siapa tahu, cerita Om Adry ini bisa menjadi inspirasi bagi para kacermania yang pernah memiliki masalah serupa. (Waca)


Semoga bermanfaat.


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).


Navigasi Utama:











Saturday, October 4, 2014

Liga Ronggolawe Riau mulai bergulir pekan depan




KLUB BURUNG





Liga Ronggolawe Riau mulai bergulir pekan depan



Setelah menggarap Liga Ronggolawe Sumatera, Ronggolawe Team mulai merambah ke liga provinsi. Liga Ronggolawe Bengkulu, misalnya, sudah berlangsung empat seri. Mulai Minggu (12/10) depan, akan digulirkan pula Liga Ronggolawe Riau yang dipusatkan di Taman Rekreasi Alam Mayang, Kota Pekanbaru.


Liga Ronggolawe Riau terdiri atas enam seri, yang semuanya berlangsung di Alam Mayang, dengan jadwal sebagai berikut:


  • Seri 1: 12 Oktober 2014

  • Seri 2: 26 Oktober 2014

  • Seri 3: 9 November 2014

  • Seri 4: 23 November 2014

  • Seri 5: 7 Desember 2014

  • Seri 6: 28 Desember 2014 (Grand Final


Liga Ronggolawe Jabodetabek Seri IX


Dalam setiap seri, panitia yang dikomandani Om Rizki (ketua pelaksana) akan membuka lima kelas, dengan rincian sebagai berikut:


  • Kelas Ronggolawe: Tiket Rp 250.000, hadiah juara 1 Rp 5 juta (jenis burung yang dilombakan murai batu dan kacer).

  • Kelas Jatijajar: Tiket Rp 150.000, hadiah juara 1 Rp 2 juta (jenis burung murai batu, kacer, kenari, lovebird, cucak hijau polos, dan kapas tembak).

  • Kelas Ebod Vit: Tiket Rp 120.000, hadiah juara 1 Rp 1,2 juta (jenis burung murai batu, kacer, kenari, lovebird, cucak hijau polos, kapas tembak, murai batu ekor hitam).

  • Kelas EB-Odjoss: Tiket Rp 100.000, hadiah juara 1 Rp 1 juta (jenis burung murai batu, kacer, kenari, lovebird, cucak hijau polos, kapas tembak, murai batu ekor hitam).

  • Kelas E-Bodre: Tiket Rp 50.000, hadiah juara 1 Rp 500.000 (jenis burung pleci, serindit, dan ciblek).

Setiap jenis burung yang menempati peringkat 1-10 akan memperoleh nilai. Juara 1-3 memperoleh poin 20, 16, dan 13. Juara 4-6 mendapat nilai 11, 10, dan 9. Adapun juara 7-10 memperoleh poin 8, 7, 6, dan 5.


Sistem perhitungan poin ini akan dikonversikan menjadi nilai untuk bird club (BC) di mana  burung-burung tersebut bergabung. Pada seri terakhir, panitia akan menetapkan BC terbaik (akumulasi poin tertinggi), di mana juara umum 1-3 akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 5 juta, Rp 2 juta, dan Rp 1 juta.


Bagi yang berminat, silakan daftar segera. Informasi lomba selengkapnya bisa dilihat pada brosur di bawah ini:


Brosur Liga Ronggolawe Provinsi Riau

(klik gambar untuk mengunduh brosur)


Selamat berlomba, jaga sportivitas dan fairplay.


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).


Navigasi Utama:











Friday, October 3, 2014

RMI Cup 3 buka lima kelas murai: Kelas utama berhadiah Rp 20 juta!




KLUB BURUNG





RMI Cup 3 buka lima kelas murai: Kelas utama berhadiah Rp 20 juta!



Rumah Murai Indonesia (RMI) akan mengadakan Lomba Burung Berkicau RMI Cup 3 di Lapangan Banteng Jakarta, Minggu 16 November 2014. Sebagai entitas penggemar murai batu, wajar apabila panitia yang dikomandani Om Adi RMI (ketua panitia) dan Om Felix DSF (ketua pelaksana) membuka lima kelas murai batu.


Secara keseluruhan, ada enam kategori kelas dalam even ini, yaitu RMI (kelas utama), Pedro, SJE, Black White, Misterius, dan Khusus. Kecuali Kelas Khusus yang melombakan pleci campuran dan ciblek non-gunung, pada lima kelas lainnya selalu ada murai batu.


Bahkan murai batu menjadi satu-satunya jenis burung yang dilombakan di kelas utama. Juara 1 kelas ini akan mendapat hadiah Rp 20 juta. Adapun juara 2 dan 3 masing-masing mendapat hadiah Rp 6 juta dan Rp 2 juta.


Khusus Kelas RMI dan Pedro, semua peserta diwajibkan menggunakan sangkar BnR. Dalam even ini, RMI memang mendapat dukungan dari Yayasan BnR Pusat.


Informasi lomba selengkapnya bisa dilihat pada brosur di bawah ini:


Brosur Lomba Burung Berkicau RMI Cup 3, Jakarta, 16 November 2014

(klik gambar untuk mengunduh brosur)


Selamat berlomba, jaga sportivitas dan fairplay.


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).


Navigasi Utama:











Thursday, October 2, 2014

Kenari Bison makin mapan sejak di tangan Om Jefry




KLUB BURUNG





Kenari Bison makin mapan sejak di tangan Om Jefry



Persaingan kelas kenari di Jabodetabek makin ketat. Dari hari ke hari terus bermunculan debutan baru, termasuk kenari Bison. Kenari jenis F1 warna hijau milik Om Jefry dari Bilabong, Bojonggede, Bogor, ini makin eksis saja.


Kenari Bison

Kenari Bison: Durasi kerjanya panjang, minimal 1 menit.


Sejak di tangan Om Jefry, kenari Bison sudah berprestasi lebih dari 20 kali, meski sebagian besar diraihnya dalam even lokalan.


Om Jefry memang kicaumania pendatang baru. Lima bulan lalu, dia mendapatkan kenari Bison dari Om Edo. “Saat itu langsung mabung. Jadi, begitu take-over, istirahat hampir sebulan,” jelas Om Jefry.


Nah, beres mabung burung langsung diturunkan ke berbagai even, latpres, dan lomba. Bukan hanya Bison yang diboyongnya. Om Jefry juga membeli lovebird Susan, jawara milik H Fathulah, juga melalui bantuan Om Edo.


Ketika masih di tangan Om Edo, bakat kenari Bison sudah terlihat dengan beberapa kali moncer di lapangan. Tetapi setelah dibeli Om Jefry, prestasinya makin dahsyat. Minimal dua hari sekali burung ini mengikuti latber dan latpres, dan selalu memetik kemenangan.


Prestasi Bison sejak di tangan Om Jefry










































































EVENTANGGALJUARA
Depok Enterprise23/4/20141
Hobbyku Enterprise25/4/20142
Mampang Enterprise27/4/20141
Independen Enterprise Kir Jakarta8/5/20141
Taman Radja10/6/20141
Independen Enterprise Kir Jakarta7/7/20142
PKJ RTM Depok18/7/20141
Taman Radja Enterprise30/7/20142
Kapitan Enterprise Cilodong2/8/20141
U2 Enterprise Depok3/8/20141
BnR Jabar Bersatu   Bandung10/8/20145
PKJ Depok15/8/20141
Taman Radja Enterprise16/8/20142
PKJ Depok22/8/20141
U2 Enterprise Depok23/8/20141
Krukut Enterprise BnR Depok28/8/20141
Taman Radja Enterprise30/8/20141
Mampang Enterprise31/8/20141
Andromeda BC Baleram Depok5/9/20141
PKJ Depok11/9/20142
Taman Radja BnR13/9/20141
PKJ5/9/20141
PKJ Depok19/9/20142
Om Jefry dan kenari Bison

Om Jefry (kiri) bersama kenari Bison dan Om Edo (pemilik lama).


Kenari Bison memiliki materi lagu dengan cengkok mewah, durasinya panjang (minimal 1 menit), dan volumenya pun tembus.


Kalau bertemu musuh-musuhnya, Bison kerap menampilkan gayanya yang khas, di mana tubuhnya akan ndoyong ke depan sambil manggut-manggut. Kata Om Jefry, gayanya seperti sedang memompa sesuatu.


“Terkadang condong ke kiri dan ke kanan kayak gaya anis merah. Gaya-gaya khas itu ditampilkannya sambil membawakan lagu, sehingga aksinya kerap menyita perhatian juri dan penonton di lapangan,” kata sang pemilik.


Sejauh ini, prestasi kenari Bison relatif stabil, meski dalam seminggu bisa turun ke arena lomba / latber hingga 2-3 kali. Secara bertahap, Om Jefry akan menaikkan level lomba yang diikuti Bison, setidaknya aktif di even-even besar di Jabodetabek.


Kenari Bison

Kenari Bison siap meramaikan even-even besar di Jabodetabek.


Bagi sobat kicaumania yang ingin berkomunikasi dengan Om Jefry, silakan add Pin BB 743C163B. (d’one)


Semoga bermanfaat.


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).


Navigasi Utama:











Wednesday, October 1, 2014

Perawatan lovebird AB-Ical, juara Piala Raja 2014 dan 168 Cup III




KLUB BURUNG





Perawatan lovebird AB-Ical, juara Piala Raja 2014 dan 168 Cup III



H Fitri BKS Samarinda punya puluhan burung jawara. Sebagian dirawatnya di Samarinda, sebagian lagi dititipkan kepada teman-temannya di Jawa, baik di Jakarta, Jogja, dan kota lainnya. Dalam even Piala Raja 2014 di Jogja (7/9) dan 168 Cup III Semarang (28/9), dia membawa beberapa burung yang selama ini dirawatnya di Samarinda, termasuk lovebird AB-Ical.


Om Fitri BKS

Fitri BKS meraih gelar juara umum SF di Piala Raja 2014 dan 168 Cup III.


Dalam even Piala Raja 2014, lovebird AB-Ical sukses menjuarai Kelas Sekar Kedaton A. Adapun dalam 168 Cup III, burung ini menjuarai kelas utama, yaitu Kelas 168.


Setiap mengikuti lomba, Om Fitri selalu mempercayakan lovebird hijau standar andalan ini kepada Jeffri, atau lebih akrab disapa Om Uun.


Om Uun ikut menjadi saksi kehebatan AB-Ical dalam berbagai even, baik di Samarinda, Balikpapan, Bontang, Sangasanga (Kaltim), Banjarmasin (Kalsel), serta even di Jawa seperti Jakarta, Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Surabaya, dan sebagainya.


Lovebird AB-Ical

Lovebird AB-Ical sukses menjuarai dua even besar: Piala Raja 2014 dan 168 Cup III.


Prestasi AB-Ical bukan lagi sekadar lintaspulau, melainkan juga lintas-EO (event organizer). Pasalnya, gaco ini sudah pernah menjuarai even garapan Ronggolawe, BnR, Pelestari Burung Indonesia (PBI), maupun EO independen.


Berikut ini beberapa prestasi lovebird AB-Ical dalam even-even besar sepanjang tahun ini:





































EVEN TANGGAL JUARA EVENT ORGANIZER
Piala Raja Kutai Kartanegara, Tenggarong23-02-20141, 3Ronggolawe
Denzipur Cup, Balikpapan27-05-20141, 2, 4, 5Independent


(LB terbaik)
Polder Air Hitam Cup, Samarinda06-07-20141, 2, 2, 5Polder
KMB Cup 2,  Semarang10-08-20141, 6, 10PBI
Sanga-Sanga Cup, Kaltim17-08-20141, 1, 2, 5Independen


( LB terbaik)+ Polder
Piala Raja 2014, Jogja07-09-20141PBI
168 Cup III, Semarang28-09-20141Independen
Om Fitri BKS

Om Fitri BKS menerima trofi dari Bapak Suprojo WS dalam even 168 Cup III Semarang.


Perawatan lovebird AB-Ical


Om Fitri menjelaskan, lovebird AB-Ical termasuk salah satu burung yang paling disayanginya. Karena itulah, dia merawat sendiri burung itu di rumahnya di Samarinda.


Untuk perawatan hariannya, Om Fitri membeberkan sedikit rahasianya. “Nggak ribet kok, dan sama seperti lovebird pada umumnya,” ujarnya.


  • Setiap pagi, mulai pukul 06.30, kerodong dibuka, dan burung dianginkan sebentar,.

  • Pukul 07.00, AB-Ical saatnya mandi menggunakan hand sprayer hingga basah kuyup, lantas diangin-anginkan kembali.

  • Pukul 08.00 pagi, burung dijemur selama 30 menit (08.00 – 08.30), kemudian dianginkan lagi.

  • Extra fooding (EF) yang diberikan sejak Senin hingga Minggu adalah mentimun. Porsinya tak perlu terlalu banyak, cukup 1 potong dengan panjang sekitar 5-8 cm. Mentimun ini diberikan setelah burung rampung dijemur.

  • Menurut Om Fitri, mentimun memiliki kadar air yang tinggi dan sangat baik untuk meredam birahi lovebird. Apalagi cuaca di Kota Samarinda terbilang sangat terik. Agar AB-Ical merasa fresh, setiap harinya harus selalu disediakan mentimun di kandangnya.

  • Sore hari, sekitar pukul 15.00, mentimun dicabut dari sangkar. Burung kemudian mandi lagi, menggunakan hand sprayer.

Menurut Om Uun, lovebird AB-Ical memiliki kelebihan pada ngekeknya yang panjang, dengan durasi lebih dari 30 detik. Burung ini juga mempunyai keuntikan tersendiri, terutama pembukaan lagunya.


“Pembukaan lagunya adalah suara cucak jenggot, cililin, dan kapas tembak dengan durasi sekitar 7 sampai 10 detik, lantas tanpa jeda disambung dengan suara ngekek lovebird. Jadi terdengar kasar dan panjang,” kata Om Uun.


Om Uun BKS

Om Uun selalu mengawal lovebird B AB Ical setiap kali berlomba.


Keunggulan lain dari lovebird AB-Ical adalah stamina dan daya tahannya. Sebab sebulan sekali pasti mengikuti even di Jawa, alias sudah terbiasa terbang lintaspulau.


“Burung sudah tidak kaget terhadap cuaca di setiap kota yang dikunjunginya yang berbeda-beda dan tahan banting. AB-Ical juga nggak mudah ngambek tukas,” tambah Om Uun.


Kalau digantang mau kerja, biasanya AB-Ical dapat juara, atau minimal masuk peringkat atas. Burung ini seperti memiliki aura kelebihan tersendiri di hadapan lawan-lawannya.


Lovebird AB-Ical memang hanya salah satu dari puluhan burung jawara koleksi Om Fitri. Tetapi gelar juara yang diraihnya dalam Piala Raja 2014 dan 168 Cup III ikut memberi kontribusi, sehingga H Fitri BKS selalu terpilih sebagai juara umum single fighter / SF. (v1rgoboy)


Semoga bermanfaat.


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).


Navigasi Utama: