Monday, December 23, 2013

Agenda lomba burung di pengujung tahun 2013




KLUB BURUNG





Agenda lomba burung di pengujung tahun 2013



Agenda lomba burung di pengujung tahun 2013

Di pengujung tahun 2013, ada beberapa even lomba burung berkicau yang akan digelar di sejumlah daerah sejak Sabtu (28/12) hingga Minggu (29/12). Even hari Sabtu antara lain Gebyar Akhir Tahun KM Pelor (Purworejo) dan 1st Anniversary Kepala Dua Enterprise (Jakarta). Untuk hari Minggu, agenda yang sudah masuk di redaksi Om Kicau antara lain Gebyar Tutup Tahun IKPBS (Solo), Gebyar Akhir Tahun PBI Tasikmalaya, Banyuwangi Open 2013, serta Liga Ronggolawe Jabodetabek Seri VII di Tangerang Selatan.


Berikut ini agenda lomba burung di berbagai daerah pada pengujung tahun 2013 :


 


Lomba Burung Berkicau Gebyar Akhir Tahun KM Pelor, Purworejo, 28 Desember 2013


Brosur Lomba Burung Berkicau Gebyar Akhir Tahun KM Pelor, Purworejo, 28 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau 1st Anniversary Kelapa Dua Ent, Jakarta, 28 Desember 2013


Brosur Lomba Burung 1st Anniversary Kelapa Dua Ent, Jakarta, 28 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau Gebyar Tutup Tahun IKPBS Solo, 29 Desember 2013


Brosur Lomba Burung Berkicau Gebyar Tutup Tahun IKPBS, Solo, 29 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau Banyuwangi Open 2013, 29 Desember 2013
Brosur Lomba Burung Berkicau Banyuwangi Open 2013, Banyuwangi, 29 Desember 2013


—-


Lomba Burung Bio Snot Open (LRJ VII), Tangerang Selatan,29 Desember 2013


Brosur Lomba Burung Bio-Snot Open (LR Jabodetabek 7), Tangerang Selatan, 29 Desember 2013                                            


—-


Lomba Burung Berkicau Gebyar Akhir Tahun PBI Tasikmalaya, 29 Desember 2013


Brosur Lomba Burung Berkicau Gebyar Akhir Tahun PBI Tasikmalaya, 29 Desember 2013


—-


Khusus untuk gelaran lomba di Hari Natal, Rabu tanggal 25 Desember 2013, silakan lihat di sini.


Brosur bisa diunduh di halaman Brosur Lomba Burung. Klik saja link halaman tersebut, kemudian cari nama lomba dan tanggal pelaksanaannya. Jika sudah ketemu, klik judul tulisan tersebut sampai muncul gambar brosur ukuran besar. Nah, simpan dalam komputer Anda.


Selamat berlomba, jaga sportivitas dan fair play.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.

Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:



Navigasi Utama:

Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Sunday, December 22, 2013

WWF Kutai Barat: Stop perburuan burung enggang !




KLUB BURUNG





WWF Kutai Barat: Stop perburuan burung enggang !



WWF Kutai Barat: Stop perburuan burung enggang !

Dinas Kehutanan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF) kini terus berusaha melakukan upaya penyelamatan dan pelestarian unggas, khususnya burung enggang yang kini hampir terancam punah. Seperti diketahui, perburuan burung enggang seolah tidak ada hentinya. Yang lebih membuat kita miris, burung ini ditangkap, dibantai, diambil paruhnya saja, dan bangkainya ditinggal begitu saja.


Si cantik enggang yang kini terancam punah akibat maraknya perburuan liar terhadap mereka

Si cantik enggang kini terancam punah akibat maraknya perburuan liar.


—-


Para pencuri plasma nutfah asli Indonesia yang dibekingi cukong tak bermoral ini mengambil paruhnya untuk diekspor ke mancanegara. Sebagian dijadikan bahan baku pembuatan obat-obatan tertentu sebagaimana cula dari seekor badak yang dibantai hanya untuk diambil culanya saja. Sebagian lagi dijadikan kerajinan ukir yang berharga mahal.


Project Leader WWF Kutai Barat, Arif Data Kusuma, melalui Development Coordinator Eri Panca Setyawan, mengatakan ada beberapa upaya penyelamatan yang telah dilakukan sejak tahun 2012, di mana Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan WWF membagikan dan menyebarkan sekitar 10.000 leaflet dan kalender tentang burung enggang keapda masyarakat, perusahaan, dan lainnya.


“Kami juga telah melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan atau habitat burung enggang ini,” ujarnya, seperti dikutip kaltimpost.co.id.


Kepala Dinas Kehutanan Kutai Barat Yustinus AS, melalui Kabid Konservasi Sumber Daya Hutan Yoseph Sudarsono mengatakan, upaya ke depan adalah menjadikan hutan yang dihuni enggang sebagai konservasi kawasan hutan yang dilindungi. Dengan demikian, burung bisa lebih leluasa hidup dan berkembang biak, tanpa gangguan dari masyarakat pemburu.


Pemkab juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan habitat burung enggang. Bahkan, mereka berencana membuat penangkaran di dekat habitat tersebut, dan turun ke lapangan untuk mendata jenis-jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan di wilayah Kutai Barat yang terancam punah.


Makin menurunnya populasi enggang jelas diakibatkan maraknya perburuan liar. Sebab, hampir setiap bulan BKSDA Provinsi selalu menangkap sindikat maling ini ketika di bandara. ”Perburuan burung enggang dilarang, karena melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990, Pasal 21 (2). Ada sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal seratus juta,” tegasnya.


Berdasarkan data MacKinnon J (2010), ada 1o jenis burung enggang  di Sumatera dan Kalimantan, tiga jenis di Jawa dan Bali , dan yang lainnya dijumpai di Sulawesi dan Papua. Berikut ini beberapa spesis / jenis enggang di Indonesia :


  • Enggang klihingan (Anorrhinus galeritus) : Sumatera dan Kalimantan.

  • Enggang jambul (Aceros comatus) : Sumatera dan Kalimantan.

  • Julang jambul hitam (Aceros corrugatus) : Sumatera dan Kalimantan

  • Julang emas (Aceros undulatus) : Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali.

  • Julang dompet (Aceros subruficollis) : Sumatera dan Kalimantan.

  • Kangkareng hitam (Anthracoceros malayanus) : Sumatera dan Kalimantan.

  • Kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris) : Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali.

  • Rangkong badak (Buceros rhinoceros) :  Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

  • Rangkong papan (Buceros bicornis) : Sumatera.

  • Rangkong gading (Buceros vigil) : Sumatera dan Kalimantan.

Bagaimana karakter dan perilaku burung enggang ini, Om Kicau pernah menulisnya di sini. Bahkan Om Kicau juga pernah membuat cerita bersambung (7 seri) tentang burung enggang, khususnya enggang gading, berikut ini:


Semoga kita makin peduli terhadap kelestarian burung-burung yang ada di Indonesia, termasuk jenis burung enggang ini.


Semoga bermanfaat.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.

Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:



Navigasi Utama:

Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Saturday, December 21, 2013

Burung parbeng suka menggigit ? Ini tipsnya !




KLUB BURUNG





Burung parbeng suka menggigit ? Ini tipsnya !



Burung parbeng suka menggigit ? Ini tipsnya !

Burung paruh bengkok (parbeng) atau parrot memang memiliki beragam jenis (spesies), mulai dari lovebird, parkit, kakatua, grey, nuri, macaw, dan sebagainya. Penggemarnya juga cukup banyak, meski di Indonesia yang lebih popular adalah lovebird dan parkit. Ada yang ingin memelihara parbeng berukuran lebih besar, misalnya macaw, tetapi takut digigit. Sebenarnya hampir semua jenis burung parbeng memiliki perilaku suka menggigit, terutama jika sedang merasa tidak nyaman atau stres. Bagaimana mengatasinya?


Bagaimana mengatasi burung parrot yang suka menggigit

Bagaimana mengatasi burung parbeng yang suka menggigit?


—-


Banyak penggemar burung yang sengaja memelihara parbeng untuk dilatih agar bisa melakukan berbagai atraksi, mampu mengucapkan kosakata yang biasa diucapkan manusia, atau untuk dijadikan teman bermain di rumah. Kendala yang dihadapi pada awal pemeliharaan adalah burung suka menggigit, terutama jika burung didapatkan dalam kondisi belum jinak.


Mau tahu seperti apa gigitan parbeng? Ya, harus pernah digigit dulu, he… he… Kalau yang menggigit adalah macaw, kakatua, atau nuri, wah lumayan juga sakitnya. Paruh mereka yang seperti tang jepit memang sering membuat kapok sebagian pemilik burung, dan enggan memegang mereka lagi dengan tangan kosong.


Di mancanegara, khususnya Eropa, di mana parbeng sudah menjadi burung kelangenan, para pemilik biasanya mendapatkan burung yang sudah jinak. Pihak penjual, termasuk penangkar, biasanya sudah menjinakkannya terlebih dulu.


Selama proses penjinakan, sang trainer acapkali membungkus kedua tangannya dengan sarung tangan dari kulit, sekadar berjaga-jaga dari kemungkinan terburuk: digigit! Tetapi jika burung sudah jinak, mereka akan melepas sarung tangannya.


Namun, di luar burung belum jinak, perilaku menggigit pada burung parbeng secara insidensial masih bisa muncul jika terjadi kondisi-kondisi tertentu. Berikut ini beberapa alasan mengapa burung parbeng berperilaku demikian:


  • Ketakutan: Burung parbeng bisa saja menggigit karena takut terhadap sesuatu.

  • Sifat agresif: Sebagian burung parbeng terlalu agresif, dan menggigit menjadi sarana pelampiasan watak agresifnya.

  • Parbeng yang sudah lama dipelihara dalam kandang, sudah happy di dalamnya, terkadang seperti memiliki “wilayah teritori” atau semacam wilayah kekuasaan sebagaimana burung kicauan jenis fighter. Dia lalu ingin menjaga lingkungannya, termasuk mainan kesukaannya. Ketika ada orang lain yang belum dikenalnya masuk ke kandang, dan mencoba meraih sesuatu di dalamnya, burung sering merasa tidak senang dan menggigit.

  • Burung parbeng yang mengalami tekanan (stres) juga sering menggigit.

  • Burung parbeng mengalami over birahi, dan di dalam kandang tidak ada sarana untuk digigit.

Ada satu faktor lagi yang bisa diungkap, yaitu kesengajaan dari pemilik burung. Lho, kok bisa? Ya, beberapa pemilik parbeng terkadang membiarkan tangannya digigit, sebagai bagian dari pelatihan. Namun kalau ukuran burung terlalu besar, seperti macaw, disarankan menggunakan sarung tangan.


Mengatasi parbeng yang suka menggigit


Mengatasi burung parbeng yang suka menggigit tentu harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Sebab, terkadang ada suara-suara tertentu yang membuat burung kaget, sehingga muncul perilaku menggigit. Misalnya suara putaran mesin, seperti bor listrik, mixer kue, dan sebagainya. Untuk kasus seperti ini, sebaiknya hadapi burung tersebut dengan sikap tenang dan menjaga jarak aman.


Berikut beberapa cara mengatasi burung parbeng yang suka menggigit .


1. Parbeng menggigit karena takut


Satu hal yang sangat penting dalam memelihara burung paruh bengkok adalah menumbuhkan ikatan batin antara perawat / pemilik dan burung. Jadi, burung mesti diyakinkan bahwa kita bukanlah musuh yang perlu ditakuti, sehingga perilaku buruk seperti menggigit dapat dihindari.


Untuk itu, diperlukan tahapan-tahapan tertentu yang semuanya bisa dilakukan dalam proses penjinakan. Nah, untuk proses penjinakan burung parbeng, silakan bukan panduannya di sini.


2. Parbeng menggigit karena stres


Beberapa burung parbeng menggigit akibat stres. Perilaku ini biasanya ditujukan untuk mendapatkan perhatian, yang mungkin saja dilakukan karena mereka saat itu sedang membutuhkan teman bermain, mainan, atau tidak mau sendirian. Kasus ini biasanya sering menimpa burung parbeng yang selalu disimpan dalam sangkar, dan jarang dilatih atau dikeluarkan untuk sekadar berinteraksi dengan dunia luar.


3. Parbeng menggigit karena over birahi


Parbeng yang over birahi, atau karena masalah hormonal lainnya, juga sering menggigit siapapun di dekatnya, termasuk perawat atau pemiliknya. Mengatasi masalah ini memang tidak cukup hanya dengan menghindarinya, tetapi juga harus memberi perhatian khusus.


Misalnya, selalu bersikap tenang ketika akan mendekati atau memegang burung, kemudian mengusapnya secara lembut, dan jangan melakukan gerakan yang bisa membuatnya kaget. Lakukan hal ini secara rutin, untuk meyakinkan bahwa kita bukanlah sesuatu yang layak digigit, he… he… he….


4. Parbeng menggigit karena sedang mabung


Burung parbeng yang sedang mabung juga memiliki kecenderungan suka menggigit. Perilaku ini kemungkinan ada kaitannya dengan kondisi fisik burung yang kurang fit, sehingga tidak nyaman. Mengatasinya ? Tidak ada, karena ini proses alami dari burung. Jadi, tugas kita hanya menjaganya agar mabung bisa berjalan normal. Caranya ya dengan menyediakan pakan bergizi, atau memberinya suplemen untuk burung mabung, seperti BirdMolt-Pre dan BirdMolt-Post.


Burung parrot yang suka menggigit harus ditangani dengan perlakuan khusus

Burung parrot yang suka menggigit harus ditangani dengan perlakuan khusus


—-


Tindakan lain jika parbeng suka menggigit


Berikut ini  beberapa tindakan lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi burung parbeng yang suka menggigit :


1. Pindah lokasi


Memindahkan sangkar dari lokasi biasanya ke lokasi baru menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi perilaku agresif burung parbeng, termasuk suka menggigit. Dengan memindahkan sangkar ke lokasi, itu seperti menghapus “wilayah kekuasaan / teritori” mereka selama ini.


2. Jangan merasa takut


Jika Anda sedang melatih parbeng agar mau bertengger di tangan, atau mencoba mengusap dan memegangnya, maka jangan tunjukkan rasa takut Anda kepada burung. Jangan melakukan sesuatu yang bisa membuatnya kaget.


Untuk parbeng ukuran kecil seperti lovebird dan parkit, tidak menggunakan sarung tangan tidak masalah. Toh gigitannya tak terlalu sakit. Begitu juga untuk macaw atau nuri yang masih anakan. Tetapi jika parbeng ukuran besar itu sudah dewasa, tentu lebih baik jika Anda mengenakan sarung tangan.


Lakukan latihan ini secara perlahan dan lebih efektif lagi jika dilakukan sambil berkata dengan pelan-pelan dan halus.


3. Gunakan sarung tangan


Sebagian sudah dijelaskan di bagian sebelumnya. Sekadar tambahan, jika burung menggigit sarung tangan Anda, cara untuk melepasnya juga mesti pelan-pelan. Dalam hal ini, Anda bisa mendorong burung dengan lembut untuk melepas gigitannya. Hal ini sekaligus menjadi ajang pembiasaan pada parbeng bahwa kita tidak suka digigit.


4. Jangan berteriak 


Berteriak atau mengucapkan kata-kata kasar kepada burung saat digigit tidak akan membuat burung mengerti kalau dia telah berbuat kesalahan. Burung hanya tahu soal naluri, bukan etika apalagi salah dan benar. Tindakan berteriak justru akan membuat burung makin agresif, sehingga tidak akan menghilangkan perilaku buruknya tersebut. Jalan terbaik adalah mengelus-elus kepalanya dengan lembut, sambil mendorongnya pelan-pelan.


5. Selalu memberi hadiah atau reward


Jika setiap hari bisa selalu berinteraksi dengan burung parbeng, tentu akan muncul ikatan batin yang kuat. Jadi, sepanjang tidak berada di luar kota, sempatkan untuk menjenguk dan bermain dengan burung kesayangan Anda.


Ajak bicara burung, setelah itu berikan hadiah (reward) berupa pakan kesukaannya, atau dielus-elus kepalanya. Hal-hal kecil seperti ini bisa menjadi faktor yang makin menguatkan ikatan batin Anda dan burung parbeng.


Itulah beberapa hal mengenai cara mengatasi dan mencegah burung paruh bengkok atau parbeng yang suka menggigit. Perlu diketahui juga, melatih burung untuk tidak menggigit memang tidak semudah melatih burung makan voer. Kata kuncinya di sini adalah interaksi antara pemilik / perawat dan burung harus intensif, karena hanya ikatan batin yang kuatlah yang bisa membuat parbeng menjadi teman atau sahabat bagi manusia.


Semoga bermanfaat.


—-


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.

Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:



Navigasi Utama:

Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Friday, December 20, 2013

Beberapa misteri tentang burung sikatan aceh




KLUB BURUNG





Beberapa misteri tentang burung sikatan aceh



Beberapa misteri tentang burung sikatan aceh

Salah satu jenis burung sikatan yang sudah jarang ditemukan lagi adalah sikatan aceh / ruck’s blue flycatcher (Cyornis ruckii). Bulu-bulu tubuhnya didominasi warna biru. Penampilannya sekilas mirip burung selendang biru. Namun sikatan aceh memiliki warna biru yang lebih gelap. Sikatan termasuk dalam daftar burung dilindungi, karena statusnya sudah Critical (Kritis), dan diambang kepunahan. Karena sangat jarang dijumpai, banyak yang bertanya: masih adakah sikatan aceh di alam liar? Tetapi, sesungguhnya, masih banyak misteri mengenai burung sikatan aceh. Misteri ini terkait dengan informasi yang simpang-siur, bukan sesuatu yang berbau mistis…


Sikatan Aceh

Sikatan Aceh


Panjang tubuhnya sekitar 17 cm. Tubuh bagian atas berwarna biru, sedangkan tunggirnya biru mengkilap. Warna biru pada bagian dada tergradasi menjadi warna putih hingga bagian perut dan tungging.


Sebagaimana jenis sikatan lainnya, burung betina bisa dibedakan dari warna bulunya, di mana bagian atas berwarna cokelat-merah bata yang bergradasi menjadi kemerahan pada bagian tunggir sampai bulu ekor bagian atas.


Sikatan aceh bisa dibilang burung misterius. Sejak ditemukan pertama kali oleh M Ruck pada tahun 1917 dan 1918, burung ini hampir tidak pernah lagi terlihat batang hidungnya, eh… paruhnya he.. he.. he… Hal inilah yang membuat para pemantau burung kerap bertanya: masih adakah burung sikatan aceh di alam liar?


Sejauh ini sikatan aceh, atau sering juga disebut burung kipas biru, masih tercantum dalam Daftar Burung Indonesia, dengan nomor spesies 1106. Artinya, secara teori, burung ini  masih ada, meski statusnya Kritis, dan termasuk burung dilindungi.


Status Kritis merupakan situasi yang sudah gawat, karena selangkah lagi akan memasuki status EW (punah di alam liar). Dan, hampir bisa dipastikan, sejauh ini belum ada upaya konservasi sebagaimana burung maleo dan enggang gading. Jadi, dalam kasus sikatan aceh, jika status Kritis mengalami degradasi menjadi EW, dengan sendirinya statusnya sudah berada di titik nadir:  EX alias punah !!!


Banyak misteri mengenai sikatan aceh


Sikatan aceh diduga merupakan endemik di Sumatera, khususnya di wilayah utara. Sebelumnya burung ini dikenali dari dua spesimen yang ditemukan orang Belanda bernama August van Heijst di daerah Delitua (tahun 1917) dan Tuntungan (1918). Dua spesimen lainnya ditemukan di Malaysia, namun diduga hasil tangkapan dari Sumatera.


Dua spesimen Van Heijst, masing-masing burung muda dan burung dewasa, sebelumnya digambarkan sebagai Cyornis vanheysti pada tahun 1919 oleh Robinson dan Kloss. Lima tahun kemudian, mereka menjabarkan kedua burung ini dalam studi burung-burung dari wilayah barat Sumatera.


Keberadaan spesimen itu pun masih dipertanyakan soal lokasi tepatnya. Sebab banyak yang menganggap Van Heijst menyimpan dua spesimen tersebut di Museum Zoologi, Universitas Amsterdaam, sebagaimana koleksi lain dari Van Heijst.


Namun sebuah informasi menyebutkan, tidak ada Cyornis ruckii yang dijumpai di antara koleksi flycatcher pada museum tersebut.  Apalagi tahun 1917 terjadi pengeboman terhadap kapal barang yang mengangkut koleksi Van Heijst.


Kemungkinan besar, salah satu dari dua kontainer yang berisi koleksi van Heijst itu adalah spesimen Cyornis ruckii, yang dikirimkan ke Robinson & Kloss di Museum Singapura (kini Museum Biodiversity Raffles). Beberapa ahli menganggap spesimen tersebut disimpan di Paris dan Leiden.


Kesimpangsiuran informasi ini membuat burung sikatan aceh makin misterius. Sebab, sampai saat ini, belum ada informasi mengenai karakter dan perilaku berkembang biaknya, apalagi suara kicauannya di alam liar.


Dulu, sekitar tahun 1997, pernah tersiar kabar bahwa sikatan aceh mudah dijumpai di Soraya Rafting Camp, di Taman Nasional Gunung Leuser. Yang terjadi sebenarnya adalah sebuah kesalahan identifikasi.  Beberapa pengamat burung melihat spesies burung yang dikira sikatan aceh, padahal bukan.


Misteri lainnya adalah soal penamaan sikatan aceh. Perlu diketahui, kalau Om Kicau menulis sikatan aceh, itu memang nama resmi yang  sudah disepakati para ornitholog (ahli burung) Indonesia. Namun, ada yang mengatakan justru spesies ini memiliki habitat di Sumatera Utara, bukan di wilayah Aceh.


Bahkan, sebagian ahli burung pernah mempertanyakan apakah Cyornis ruckii memang spesies yang berbeda dari hainan blue flycatcher (Cyornis hainanus) yang ada di China, atau sebenarnya merupakan salah satu subspesies / ras dari Cyornis hainanus. Sebab penampilan kedua jenis burung ini memiliki kemiripan satu sama lain.


Sikatan hainan ( Cyornis hainana ) yang memiliki kemiripan dengan Sikatan Aceh

Sikatan hainan (Cyornis hainanus) mirip dengan sikatan aceh.


—-


Sampai saat ini belum ada rekaman suara burung sikatan aceh. Namun, sekadar gambaran, kita dapat memperkirakan suara kicauannya mirip burung sikatan hainan (Cyornis hainanus). Sekali lagi, ini hanya gambaran suara kicauan sikatan aceh, yang mungkin bisa benar dan bisa salah. Yang pasti, suara kicauan burung sikatan hainan berikut ini benar, he.. he…


Suara kicauan sikatan hainan jantan ( Cyornis hainanus ) | DOWNLOAD



—-


Suara kicauan sikatan hainan betina ( Cyornis hainanus ) | DOWNLOAD



—-


Semoga menambah pengetahuan kita bersama.


—-


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.

Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:



Navigasi Utama:

Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Thursday, December 19, 2013

Ciblek dan cerita kicaumania pemula untuk pemula




KLUB BURUNG





Ciblek dan cerita kicaumania pemula untuk pemula



Ciblek dan cerita kicaumania pemula untuk pemula

Seperti judul tulisan di atas, cerita ini ditujukan hanya untuk kicaumania pemula, baik yang baru saja maupun berencana menekuni hobi burung kicauan. Cerita pun berasal dari kicaumania pemula asal Jambi, Akuang, yang baru dua bulan ini memelihara burung kicauan, dan kini mulai meretas secuail prestasi di beberapa lomba lokal dan latber. “Kalau mau main burung, mulailah dari ciblek,” kata Om Akuang, ketika ngobrol bersama Om Kicau. Apa alasannya?


Burung ciblek

Ciblek Spagetti, burung perdana milik Akuang, kicaumania pemula.


—-


Ciblek, menurut Akuang, memiliki sejumlah kelebihan sebagai burung piaraan. Suaranya merdu, aktif berkicau, namun harganya sangat merakyat, sehingga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.


Karena harganya terjangkau, kicaumania pemula bisa belajar untuk merawat burung, tanpa dihantui kekhawatiran berlebihan jika burungnya mati. Sebab, hobi terhadap barang bernyawa jelas berbeda dari barang mati seperti sepeda, motor, dan mobil.


Kalau belum terbiasa merawat burung kicauan, tentu yang dirawat sulit untuk memberikan apa yang diinginkan, seperti rajin berkicau (gacor) dan aktif bergerak dengan polah yang lucu dan menghibur.


Karena itu, atas saran sahabatnya yang bernama Richard, Akuang memulai hobinya dengan membeli ciblek. “Kebetulan Richard bekerja di Toko Burung Hose milik Om Joni Huang di Talang Jauh, Jambi. Richard juga yang menyarankan saya untuk memulai hobi burung dengan memelihara ciblek,” kata Akuang.


Kicaumania pemula Akuang

Akuang (kiri) bersama Richard (Toko Burung Hose).


—-


Dia juga mengikuti cara-cara pemeliharaan seperti yang disarankan Richard, yang diakuinya sebagai senior dalam memandu hobi kicauannya. “Kalau ada apa-apa dengan ciblek, kita tidak terlalu merugi karena harganya murah. Tetapi jika bisa merawat dengan baik, suatu saat kita bisa merawat burung kicauan lain seperti murai batu dan kacer,” tuturnya.


Hanya sepekan memelihara ciblek, yang diberinya nama Spagetti, Akuang mencoba menurunkannya dalam Lomba Burung Berkicau Friendship Cup di Jambi, 1 November lalu. Eh, bisa masuk tiga besar, atau menjadi juara ketiga.


Burung kemudian dicoba di beberapa even lain dalam satu setengah bulan terakhir ini, dan selalu masuk tiga besar. Meski belum pernah menjadi juara pertama, Spagetti sudah beberapa kali menjadi runner-up dan juara 3.


“Tujuan saya berlomba memang bukan sekadar mencari kemenangan. Tetapi ingin mencoba burung hasil rawatan sendiri, sekaligus mencari teman kicaumania sebanyak-banyaknya,” tambah Akuang.


Dari pengalamannya ini, Akuang tak setuju dengan pendapat sebagian orang bahwa hobi kicauan itu mahal. Kalau kita memulainya dari jenis burung yang harganya murah, seperti ciblek dan pleci, tentu biaya perawatan tidak terlalu besar.


Setelah makin terlatih merawat ciblek, kini Akuang mulai mencoba memelihara jenis burung lainnya, seperti kenari dan murai batu. “Semuanya juga saya beli dari Toko Burung Hose. Saya sudah percaya kualitas burung-burung yang dijual Om Joni Huang,” kata Akuang.


Om Richard juga membenarkan, ciblek bisa dijadikan burung pembelajaran bagi pemula. “Lebih baik memelihara dan merawat burung yang harganya murah, tetapi kicauannya bagus dan rajin berkicau seperti ciblek, daripada langsung beli burung mahal tapi mati gara-gara belum terampil merawat,” kata dia.


Banyak pemula ketika membeli burung mahal dihantui kecemasan kalau burungnya tidak bunyi, atau malah mati, sehingga perawatan malah kurang maksimal. Karena itu, sebaiknya dilakukan bertahap, mulai dari burung yang berharga murah.


Perawatan ciblek Spagetti
Berikut ini perawatan ciblek Spagetti yang biasa dilakukan Akuang selama ini:



  • Piagam Spagetti

    Piagam Spagetti


    Setiap pagi, burung dikeluarkan untuk dianginkan sebentar.


  • Setelah itu, burung mandi dan dijemur sekitar 1 jam.

  • Pakan utama voer, sedangkan extra fooding (EF) hanya kroto secukupnya. Air minum selalu diberikan dalam kondisi matang.

  • Sore hari, burung cukup dianginkan.

  • Perawatan lomba dimulai H-1 (Sabtu), dengen memberikan kroto secukupnya, jangkrik kecil 1 ekor, dan ulat hongkong 3 ekor.

  • Minggu, sebelum lomba dimulai, kerodong dibuka agar burung bisa melihat suasana sekitar lapangan. Setelah itu kerodong ditutup lagi.

  • Menjelang digantang, cepuk kroto dicabut agar burung fokus saat lomba.

Itulah secuil cerita seorang kicaumania pemula, yang sengaja ditujukan untuk sesama kicaumania pemula. (Kelana Lana)


Semoga bermanfaat.


—-


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.

Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:



Navigasi Utama:

Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Wednesday, December 18, 2013

Banjir taklukkan semua murai batu di Hobbyku




KLUB BURUNG





Banjir taklukkan semua murai batu di Hobbyku



Banjir taklukkan semua murai batu di Hobbyku

Banjir kali ini berbeda dari banjir yang kerap menggenangi Kota Jakarta. Banjir yang satu ini adalah murai batu debutan baru milik Aan (Jakarta), yang sukses menaklukkan semua lawannya dalam Latber Hobbyku di Jalan M Kahfi 1, Ciganjur, Jakarta Selatan. Turun di dua kali, Banjir tak terbendung lawan-lawannya dan memborong dua gelar juara pertama.


Latber Hobbyku Enterprise

Kelas lovebird selalu ramai. Mawar dan Lestari juara pertama.


—–


Sejak dibuka tiga tahun lalu, Latber / Latpres Hobbyku binaan Om Tony Music dan rekan ini terus diminati para kicaumania di wilayah Jabodetabek. Latber digelar rutin tiap Jumat siang, dan khusus akhir bulan digelar latpres spesial pada hari yang sama.


Even ini pun kerap menjadi ajang berkumpul kicaumania senior dan pemula. Yang senior tak selalu menang, yang pemula tak selalu kalah. Sebab yang dinilai memang prestasi si burung, bukan si pemilik.


Pemandangan ini juga terlihat dalam latber Jumat (13/12) lalu, ketika murai batu Banjir yang notabene debutan baru mampu mendominasi dua sesi yang dibuka panitia. Aksinya siang itu menjadi ancaman baru bagi murai-murai lainnya.


Didukung materi lagunya yang lengkap, dengan tonjolan cililin, lovebird, dan tembakan cucak jenggot, Banjir mampu meredam lawan-lawannya. Kelas Mega Bintang dan Kelas Bintang pun dimenanginya dengan relatif mudah.


Di kelas lovebird, dua burung harus berbagi gelar juara pada dua sesi yang dilombakan. Lestari, gaco andalan Aan Berland (Kobac Team) sukses menjuarai Kelas Bintang. Tapi di Kelas Mega Bintang, gelar juara dibawa pulang Mawar milik H Doddy dari Jakarta.


Beberapa burung koleksi pemain kawakan turun di sini, seperti murai batu Rocker milik Om Yogi Prayogi / CJ (ketua umum Kicau Mania 2011-2013), Ahmad dari Sanggar Al Asoy yang membawa sejumlah gaconya, Garasi Lovebird, dan sebagainya.


Gelaran di Hobbyku memang menjadi ajang bagi burung debutan untuk meretas prestasi, atau pemanasan bagi gaco mapan selepas mabung. “Tiketnya murah, hadiahnya lumayan, dan yang penting bisa untuk menjajal burung-burung baru,” kata salah seorang kontestan dari Depok. (d’one)


Panitia Hobbyku Enterprise

Panitia Hobbyku Enterprise: Tiga tahun eksis dan siap melayani para peserta.


—-


Hasil Latber Hobbyku Kahfi, Jakarta (Jumat, 13 Desember 2013)


—-







































































































































































Lovebird Mega Bintang
1.MawarH DodyJakarta
2.KakaTipungJakarta
3.Pak BosDani CsJakarta
4.GajahmadaDediJakarta
5.Aura KasihAhmadAl Asoy SF
6.HerculesMr FuadJakarta
7.JeshantiDedi KodilAndara BC
8.SusanH FathullohJagakarsa Team
9.Unyu UnyuHeruJakarta
Lovebird Bintang
1.LestariAan BerlandKobac Team
2.SusanH FathullahJagakarsa Team
3.JeshantiDedi KodilAndara SF
4.YayuTaufanKios Sejahtera
5.JoliePello/PonidiJakarta
7.TheaAwieLaskar 212
8.MawarH DodyJakarta
9.Ken DedesWariKobac Team
10.Aura KasihAhmadAl Asoy
Murai Batu Mega Bintang
1.BanjirAanJakarta
2.Raja GalauH DodyJakarta
3.PacmanMailJakarta
4.BuldozerEdiJagakarsa Team
5.EkitAgusJakarta
6.PBEdiJakarta
7.VioletDedeJakarta
8.RockerYogi KMDuta KM
Murai Batu Bintang
1.BanjirAanJakarta
2.Raja GaluhJayaJass Team
5.BuldogEdiJagakars Team
7.EkitAgus SFJakarta
Ciblek
1.PokemonHaidarManggar Team
2.RawitKunikDepok
3.RonggengTriyonoJakarta
Cucak Hijau
1.NoahAbaDepok
2.Bajol SaktiAzisJakarta
3.Green TeaReza MampangAl Asoy SF
4.RontexAnggarexaAW-23 SF
5.MeteorJajangJakarta
Cucak Jenggot Bintang
1.MerconOpik/H MamadJakarta
2.VenusVDA AmariJakarta
3.Anak INana F2Jakarta
4.BungaPutuJakarta
Kacer Bintang
1.Singo EdanDoperJakarta
2.OtongKBelJakarta
3.RamayanaRWB TeamRWB Team
4.ArgadanaHendraMWD Team
Kenari
1.Mat JiungAhmadAl Asoy
2.GreencoReski/RendyJakarta
3.BodasAbaJakarta
4.KeretaTryonoJagakarsa Team
5.Saskia GotikCak UdinDepok
6.KymboLaskar GarasiGarasi Lovebird

—-


Selamat kepada pemenang, tetap semangat untuk peserta lainnya.


—-


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.

Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:



Navigasi Utama:

Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Tuesday, December 17, 2013

Agenda lomba burung – Minggu, 22 Desember 2013




KLUB BURUNG





Agenda lomba burung – Minggu, 22 Desember 2013



Agenda lomba burung – Minggu, 22 Desember 2013

Sedikitnya ada 11 lomba burung berkicau yang akan digelar di sejumlah daerah pada hari Minggu, tanggal 22 Desember 2013. Salah satunya adalah Pemilu KM Cup di Lapangan Banteng Jakarta, yang akan dihadiri para peserta dari seluruh Indonesia.


Sepuluh even lainnya adalah Anniversary BlackJazz (Ponorogo), Rektor Unesa Cup VIII (Surabaya), Hari Jadi Kabupaten Purbalingga, Papburi Klaten, Grand Opening Latpres PB Bandongan (Magelang), Perwira Team (Sukoharjo), Barong Team (Lubuklinggau), Belitang Bersatu (OKU Timur), Hotel Madani Cup I (Barabai, Kalsel), dan Iswandi SE MM Cup di Samarinda.


Berikut ini agenda lomba burung berkicau di berbagai daerah pada hari Minggu, 22 Desember 2013:


Lomba Burung Berkicau Pemilu KM Cup – Jakarta


Brosur Lomba Burung Berkicau Pemilu KM Cup, Jakarta, 22 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau 1st Anniversary BlackJazz 99 – Ponorogo


Brosur Lomba Burung Berkicau 1st Anniversary BlackJazz 99, Ponorogo, 22 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau Rektor Unesa Cup VIII – Surabaya


Brosur Lomba Burung Berkicau Rektor Unesa Cup VIII, Surabaya, 22 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau Hari Jadi Ke-183 Kabupaten Purbalingga


Brosur Lomba Burung Berkicau Hari Jadi Ke-183 Kabupaten Purbalingga, 22 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau The Judgement Day – Papburi Klaten


Brosur Lomba Burung The Judgement Day - Papburi Klaten, 22 Desember 2013


—-


Lomba Burung Grand Opening Latpres PB Bandongan – Magelang


Brosur Lomba Burung Grand Opening Latpres PB Bandongan, Magelang, 22 Desember 2013


—-


Lomba dan Pameran Burung Barong Team – Lubuklinggau


Brosur Lomba Burung Barong Team, Lubuklinggau, 22 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau Belitang Bersatu – OKU Timur


Brosur Lomba Burung Berkicau Belitang Bersatu, OKU Timur, 22 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau Hotel Madani Cup I – Barabai, Kalsel


Brosur Lomba Burung Berkicau Hotel Madani Cup I, Barabai-Kalsel, 22 Desember 2013


—-


Lomba Burung Berkicau Iswandi SE MM Cup – Samarinda


Brosur Lomba Burung Berkicau Iswandi SE MM Cup, Samarinda, 22 Desember 2013


—-


Latber Spesial Akhir Tahun Perwira Team – Sukoharjo


Brosur Latber Spesial Akhir Tahun Perwira Team, Sukoharjo, 22 Desember 2013


—-


Brosur bisa diunduh di halaman Brosur Lomba Burung. Klik saja link halaman tersebut, kemudian cari nama lomba dan tanggal pelaksanaannya. Jika sudah ketemu, klik judul tulisan tersebut sampai muncul gambar brosur ukuran besar. Nah, simpan dalam komputer Anda.


Selamat berlomba, jaga sportivitas dan fair play.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Peracikan obat/suplemen burung Om Kicau di bawah pengawasan, kontrol dan konsultasi dokter hewan.

Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:



Navigasi Utama:

Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT: