Monday, January 20, 2014

Wahid Depok: Sukses di cucak jenggot beralih ke kacer




KLUB BURUNG





Wahid Depok: Sukses di cucak jenggot beralih ke kacer



Wahid Depok: Sukses di cucak jenggot beralih ke kacer

Awalnya, Wahid (Depok) dikenal sebagai pemain di kelas cucak jenggot, melalui Anggi, gaco andalannya yang melegenda. Belakangan ini, dia juga sukses main di kelas kacer lewat King Safir, yang baru saja memetik kemenangan dalam even PKJ Depok, Selasa (14/1), dengan hasil juara 1 dan runner-up. Pekan sebelumnya, burung ini bahkan meraih double winner dalam even 201 Pal Gandaria, Jakarta Timur. Perawatan burung ini relatif sederhana, kuncinya hanya dalam pemberian 25 ekor jangkrik per hari dan pengumbaran sejak pagi hingga sore hari.


Wahid dan  kacer King Safir

Om Wahid bersama kacer King Safir usai menjuarai PKJ Depok.



Sebenarnya, itu bukan prestasi pertama bagi kacer King Safir. Sejak lima bulan berada di tangannya, burung ini sudah beberapa kali memenangi even di Jabodetabek.


King Safif memiliki daya tahan yang luar biasa. Seminggu bisa turun 2-3 kali di lokasi berbeda. Padahal, dalam setiap even bisa turun di tiga sesi sekaligus.


Selain daya tahan, King Safir memiliki materi yang berkualitas. Menurut Om Wahid, materi lagu dan varsiasi gaconya komplet, didukung tembakan panjang-panjang dan tembakan suara cucak jenggot, parkit dan ngekek lovebird panjang-panjang. Speed rapat, volume tembus, juga gaya buka ekornya yang aduhai.


Sehari digelontor 25 ekor jangkrik


kacer king safir

King Safir makin memanaskan kelas kacer di Jabodetabek.



Dalam kesehariannya, sejak pagi hingga sore hari, King Safir menempati kandang umbaran. Mandi dan jemur juga di kandang umbaran. Ini dilakukan sejak Senin hingga Jumat.


Perawatannya relatif mudah, meski porsi extra fooding (EF) jangkrik cukup banyak: 25 ekor per hari. Om Wahid tidak pernah memberinya kroto. Ulat hongkong diberikan hanya menjelang diturunkan di lapangan.


Mandi dilakukan setiap pagi, kemudian dijemur mulai pukul 07.00 hingga 10.00, tergantung kondisi panas matahari.


Setelah puas di kandang umbaran, sore hari burung dimasukkan ke sangkarnya, full kerong, sambil ditemani lovebird, cucak jenggot, dan burung master lainnya


Pemilik Fajar Alumunium (produsen aneka model kandang penangkaran burung dan kandang umbaran) ini masih memiliki beberapa gaco kacer lainnya, seperti Black Safir dan Rolex, serta murai batu Jibril dan dan Wallet. (d’one)


Semoga bermanfaat.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Sunday, January 19, 2014

Beberapa jenis burung cekakak di Indonesia




KLUB BURUNG





Beberapa jenis burung cekakak di Indonesia



Beberapa jenis burung cekakak di Indonesia

Burung cekakak memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan rajaudang (sering disebut kicaumania sebagai burung tengkek), udangmerah, pekaka, kukabura, cekakakhutan, dan cekakakpita. Semuanya termasuk keluarga Alcedinidae / kelompok burung kingfisher.


Di Indonesia 45 spesies burung kingfisher (18 di antaranya spesies burung cekakak), dan  semuanya termasuk dalam daftar burung dilindungi. Kali ini, Om Kicau akan mengulang secara ringkas 9 spesies burung cekakak di Indonesia, terutama karakteristik fisik dan kicauannya.


Semua jenis burung cekakak termasuk burung yang dilindungi

Semua jenis burung cekakak termasuk burung yang dilindungi.



Beberapa sobat kicaumania terkadang juga menyebut cekakak sebagai salah satu jenis burung tengkek. Tetapi, menurut Om Kicau, istilah tengkek sesungguhnya mengacu pada burung rajaudang erasia / common kingfisher (Alcedo atthis).


Ada juga sebagian kicaumania yang rancu dalam memahami tengkek dan tengkek buto. Padahal keduanya tidak memiliki hubungan kekerabatan sama sekali. Tengkek buto juga nama alias yang popular di kalangan kicaumania, karena nama asalinya adalah burung tiong lampu biasa (Eurystomus orientalis).


Meski demikian, memang banyak persamaan antara burung cekakak dan burung rajaudang, termasuk perilaku dan kebiasaan di alam liar. Mereka sering mencari makan hanya dengan menunggu di atas dahan atau bebatuan di pinggir sungai.


Pakan utamanya adalah  hewan-hewan kecil di darat seperti tikus, ular, kadal, katak, dan serangga, serta beberapa biota laut seperti ikan berukuran kecil dan udang. Begitu mangsa muncul, burung ini dengan gesit akan mencapit mangsanya dengan paruhnya yang panjang dan kuat.


Wilayah persebaran burung cekakak di Indonesia cukup luas, meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. Berikut ini sembilan dari 18 spesies burung cekakak di Indonesia :


1. Cekakak rimba / forest kingfisher (Halcyon macleayii)


cekakak rimba

Burung ini berukuran sedang, dengan panjang tubuh sekitar 20 cm. Warna tubuh bagian bawah dan kerahnya  putih, sedangkan bagian mahkota berwarna biru.


Ada dua tipe burung cekakak rimba, yaitu penetap dan migran. Perbedaan keduanya bisa dilihat dari warna tubuh bagian atas (punggung). Burung penetap memiliki warna punggung biru terang, adapun burung migran biru kehijauan.


Cekakak rimba penetap menyebar di sejumlah kawasan hutan di wilayah timur Papua. Sedangkan cekakak rimba migran bisa ditemukan di wilayah selatan Papua, serta wilayah tenggara Maluku.


Suara kicauan| Download




Cekakak lazuli l Cekakak biru-putih l Cekakak biru-hitam l Cekakak jawa l Cekakak cina l Cekakak belukar l Cekakak merah l Cekakak batu



Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Saturday, January 18, 2014

Sepuluh brosur terbaru lomba burung berkicau




KLUB BURUNG





Sepuluh brosur terbaru lomba burung berkicau



Sepuluh brosur terbaru lomba burung berkicau

Sepuluh brosur terbaru lomba burung berkicau di berbagai daerah. Berikut ini rinciannya: Gebang Bersatu Cup (Jember, 19/1), Saturday Open Special IKPBS (Solo, 25/1), South of Java Festival 1 (Banjarnegara, 26/1), 1st Anniversary HTJ BC (Bojonegoro, 26/1), Joyoboyo Cup (Kediri, 26/1), Moch Ceng Cup (Ponorogo, 26/1), Korem 163 Wirasatya (Denpasar, 2/2), Wlingi Raya Cup (Blitar, 2/2), Banua Enam Bersatu Cup IV (Kandangan, Kalsel, 9/2), dan Garuda Cup (Malang, 9/2). Semua brosur bisa diunduh di halaman Brosur Lomba Burung.


Berikut ini brosur terbaru lomba burung berkicau di berbagai daerah, diurutkan berdasarkan tanggal pelaksanaan :


Lomba Burung Berkicau Gebang Bersatu Cup, Jember, 19 Januari 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau Gebang Bersatu Cup, Jember, 19 Januari 2014



Lomba Burung Saturday Open Special IKPBS, Solo, 25 Januari 2014


Brosur Lomba Burung Saturday Open Special IKPBS, SOlo, 25 Januari 2014



Lomba Burung Berkicau South of Java Festival 1, Banjarnegara, 26 Januari 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau South of Java Festival 1, Banjarnegara, 26 Januari 2014



Lomba Burung Berkicau 1st Anniversary HTJ BC Baureno, Bojonegoro, 26 Januari 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau 1st Anniversary HTJ BC Baureno, Bojonegoro, 26 Januari 2014



Lomba Burung Berkicau Joyoboyo Cup, Kediri, 26 Januari 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau Joyoboyo Cup, Kediri,, 26 Januari 2014



Lomba Burung Berkicau Moch Ceng Cup, Ponorogo, 26 Januari 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau Moch Ceng Cup, Ponorogo, 26 Januari 2014



Lomba Burung Berkicau Korem 163 Wirasatya Cup, Denpasar, 2 Februari 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau Korem 163 Wirasatya Cup, Denpasar, 2 Februari 2014



Lomba Burung Berkicau Wlingi Raya Cup, Blitar, 2 Februari 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau Wlingi Raya Cup, Blitar, 2 Februari 2014



Lomba Burung Berkicau Banua Enam Bersatu Cup IV, Kandangan, 9 Februari 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau Banua Enam Bersatu Cup IV, Kandangan, 9 Februari 2014



Lomba Burung Berkicau Garuda Cup, Malang, 9 Februari 2014


Brosur Lomba Burung Berkicau Garuda Cup, Malang, 9 Februari 2014


—-


Brosur bisa diunduh di halaman Brosur Lomba Burung. Klik saja link halaman tersebut, kemudian cari nama lomba dan tanggal pelaksanaannya. Jika sudah ketemu, klik judul tulisan tersebut sampai muncul gambar brosur ukuran besar. Nah, simpan dalam komputer Anda.


Selamat berlomba, jaga sportivitas dan fair play.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Friday, January 17, 2014

Model cantik lenggak-lenggok di arena lomba burung




KLUB BURUNG





Model cantik lenggak-lenggok di arena lomba burung



Model cantik lenggak-lenggok di arena lomba burung

Peserta dan penonton Lomba Burung Berkicau HUT Ke-41 PDI Perjuangan di Lapangan Kedung Banteng, Gondang, Sragen, Minggu (12/1) lalu mendapat suguhan yang berbeda dari biasanya. Mereka tetap bisa menyaksikan burung-burung berlomba. Namun, ada bonus tersendiri, yaitu menikmati lenggak-lenggok sejumlah model cantik, baik di atas panggung khusus maupun tepat di bawah gantangan burung-burung biasa dilombakan. Puluhan fotografer dengan kamera canggih dan lensa panjang pun sibuk menjepret dari berbagai sudut.


Lomba Burung HUT PDI Perjuangan di Sragen

Sejumlah model cantik tampil di arena lomba burung.



Ya, gelaran yang diketuai Ikhsan ini memang unik. Lomba burung diselingi lomba fotografi: sesuatu yang jarang terjadi. Hadir pula Ketua DPC PD Perjuangan Sragen, Bambang Samekto, yang sekaligus memberi support penuh terhadap acara tersebut.


Para fotografer berusaha mencari angle terbaik agar menghasilkan foto bagus. Sejumlah model, seorang diantaranya bule, melenggang ke sana-kemari. Mereka tak hirau, meski terus diterpa lampu blitz peserta lomba fotografi, juga di bawah tatapan peserta dan penonton lomba burung (lihat pula foto-foto lainnya dalam Galeri Gambar).


Di luar sesi fotografi, lomba burung kali ini memang berlangsung meriah. Apalagi panitia mengemasnya dengan apik, termasuk menyediakan doorprize istimewa berupa sepeda motor, smartphone, kompor gas, dan sebagainya. Hadiah pun diberikan utuh, tanpa potongan sama sekali.


Meski Lapangan Kedung Banteng berada di “pedalaman” Kabupaten Sragen, banyak kicaumania hadir di sini. Kelas-kelas seperti murai batu, kacer, dan lovebird full gantangan (60). Beberapa calon peserta tidak kebagian tiket.


Burung yang tampil pun umumnya jagoan papan atas. Misalnya kacer Lindu Bumi milik Pak Kanjeng dari Solo, lovebird Elang Biru milik Anto 999 Sragen, murai batu Trabas milik Ricky Donald (Muntilan), murai batu Barongsai milik Nyoman Sumanata, dan sebagainya.


Jenderal Kancil melibas kenari bongsor


Kenari Jendral Kancil

Kenari Jendral Kancil tampil memukau.



Namun yang perlu mendapat catatan adalah kemenangan Jendral Kancil, kenari kecil milik Mr Bagus AE-AB / Patar P dari Jogja. Meski posturnya mungil, Jendral Kancil tidak gentar menghadapi puluhan kenari bongsor.


Dengan suara panjangnya, dia terus lantunkan lagu hampir sepanjang lomba dan berhasil melibas semua musuh-musuhnya. Jendral Kancil pun tampil sebagai juara 1. Ini kemenangan beruntun Jendral Kancil dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya juga menjuarai Diplomat Open II di Madiun (5/1).


Penampilan memukau Jendral Kancil rupanya menggoda Wahyu Putra SF dari Ngawi. Dengan mahar Rp 15 juta, burung hasil breeding Patar P ini akhirnya resmi diboyong ke Ngawi.


Di kelas murai batu, terjadi pertarungan sengit antara Barongsai, Trabas, Lady Gaga milik Babahe Chiky (Palur), dan Apa Kabar milik Mr Susilo (Pace SF), terutama di Kelas Agustina Wilujeng. Kelas ini akhirnya dimenangi Barongsai. Lady Gaga dan Trabas menjadi juara 2 dan juara 3.


Tetapi di Kelas Darmawan Minto Basuki, Trabas tampil tak tertandingi. Apa Kabar dan Lady Gaga masing-masing menjadi juara kedua dan ketiga.


Murai batu Trabas

Murai batu Trabas kembali menjadi juara.


Murai batu Barongsai

Murai batu Barongsai bersama sang perawat.



Gaya bertarung Trabas mungkin tidak sengotot Barongsai. Burung ini sangat tenang di atas tangkringan, sambil ngerol terus, dan hanya sesekali ngeplay. Tetapi lagunya memang sangat istimewa. Senjatanya dikeluarkan panjang-panjang, dengan volume tembus.


Adapun Barongsai memiliki gaya bertarung lebih fight, namun materi lagunya masih kalah dari Trabas. “Kalau penyakit ngelabraknya tidak keluar, Barongsai cukup bagus, setidaknya mampu bersaing di level regional,” begitu seorang penonton yang menyaksikan kelas murai batu dari awal sampai akhir.


Penampilan lovebird Elang Biru milik Anto 999 (Ananta SF Sragen) setelah mabung makin mempesona.  Berkali-kali burung ini mengeluarakan tembakan super-panjang , dan nyaris meraih double winner.


Di Kelas Darmawan Minto Basuki, Elang Biru tampil sebagai juara pertama. Namun di Kelas Agustina Wilujeng, burung ini harus puas menjadi runner-up. Kelas ini dimenangi Gimbul milik Marhen / Hari dari Duta Kapolres Magetan Cup.


Lovebird Elang Biru

Elang biru baru tampil 70%.



”Penampilan Elang Biru baru sekitar tujuh puluh lima persen. Belum full, jadi masih bisa lebih dahsyat lagi,” jelas Om Anto. Elang Biru membutuhkan penjemuran yang kuat. Tapi beberapa hari terakhir turun hujan, sehingga penanmpilannya belum bisa full. “Tapi soal suara panjang, Elang Biru tak pengaruh”.


Pertarungan sengit kelas anis merah


Tiga jawara anis merah juga bertarung dalam HUT Ke-41 PDI Perjuangan, yaitu Brekele milik Wawan BRI (Magetan), Cikerr milik Sonny Lie (Mystic 168 Team Semarang), serta Samudera milik Suprojo WS (juga dari Mystic 168 Team).


Cikerr memenangi Kelas Agustina Wilujeng, diikuti Brekele dan Samudera. Brekele kemudian menjuarai Kelas Darmawan Minto Basuki, diikuti Cikerr dan Samudera.


Wawan BRI

Wawan BRI bersama putranya dan anis merah Brekele.



Beberapa pengamat mengatakan, penampilan Brekele di sesi pertama sebenarnya layak diganjar juara 1, bukan runner-up. Menanggapi hal ini, Wawan hanya berkomentar singkat, “Tak apalah, besok masih banyak lomba lagi. Ini merupakan penampilan perdana Brekele sejak turun di  WMP Cup Klaten, tanggal (8 Desember 2013)”.


Mengapa Sonny Lie tidak menurunkan Bali Dancer, anis merah yang memiliki nama sama seperti milik Ir Rusli Bogor? Mengapa ia justru menurunkan Cikerr? Ternyata oh ternyata, Cikerr adalah nama baru Bali Dancer.


“Saya kira sebaiknya memang ganti nama saja, biar orang tak lagi bingung  dan menghubung-hubungkan dengan jagoan milik Pak Rusli lagi. Bagi saya, nama apapun akan tetap ngetop kalau memang burungnya berkualitas dan mau nampil bagus,” ujar Sonny melalui pesan BBM.


Sonny akhirnya memutuskan datang juga ke Plaza Cup 2 di Semarang, meski hanya membawa gaco lapis kedua. Adapun beberapa gaco utama, termasuk anis merah Cikerr dan cendet Tusuk Jarum, dikawal krunya. Tusuk Jarum tampil memukau, dan berhasil menjuarai dua kelas cendet.


Cendet Tusuk Jarum

Cendet Tusuk Jarum borong dua gelar juara 1.



Kacer Lindu Bumi milik Pak Kanjeng, yang dikawal Danang, tampil menawan dan sukses menjadi juara pertama Kelas Darmawan Minto Basuki. Adapun Kelas Bambang Samekto dimenangi Piter milik Mr Cokro dari Mantingan.


Danang dan kacer Lindu Bumi

Danang  (kaos putih) dan kacer Lindu Bumi.



Secara keseluruhan, lomba berjalan sangat meriah, terlebih karena kehadiran sejumlah model dan para peserta lomba fotografi. (Waca)



Hasil Lomba      l     Galeri Gambar



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Wednesday, January 15, 2014

Galeri gambar breeding murai batu Didik 88 BF Jambi




KLUB BURUNG





Galeri gambar breeding murai batu Didik 88 BF Jambi



Galeri gambar breeding murai batu Didik 88 BF Jambi

Mengikuti perkembangan hobi burung kicauan di Jambi memang sering membuat siapapun merasa “iri”. Bukan hanya karena banyak burung jawara nasional yang berasal dari provinsi ini. Toko burung dan breeder burung pun menuai sukses, karena memperoleh kepercayaan penuh dari para kicaumania, baik pemain maupun non-pemain. Salah satunya Didik 88 Bird Farm Jambi, breeder murai batu berkualitas. Om Kicau akan menampilkan galeri gambar penangkarannya, sekadar menyemangati calon breeder / breeder pemula.



Didik 88 BF Jambi

Petak-petak kandang penangkaran Didik 88 BF Jambi.



Om Didik dikenal sebagai sosok yang disiplin. Ini salah satu modal penting bagi breeder burung, baik murai batu maupun jenis burung kicauan lainnya. Sebab, semua kebutuhan hidup burung tergantung dari pemilik atau perawatnya.


Didik 88 BF Jambi

Didik 88 BF Jambi


Kedisiplinan Om Didik, yang memiliki nama asli Aries Setiadi, terbentuk sejak kecil dan makin terasah saat remaja ketika dia menjadi atlet tenis meja di Provinsi Jambi. Tentu saja kedisiplinan tidak mutlak harus terbentuk dari dunia olahraga. Yang penting ada kemauan untuk mendisiplinkan diri.


“Tanpa kedisiplinan, tentu burung-burung cenderung akan terabaikan. Padahal burung harus makan untuk bertahan hidup. Bahkan untuk bisa berproduksi dengan maksimal, burung tidak cukup sekadar bertahan hidup, tetapi pakan yang diberikan harus bisa membuatnya aktif berproduksi,” pesan dia.


OK, tidak perlu berpanjang lebar lagi, berikut ini beberapa gambar penangkaran murai batu Didik 88 Bird Farm. Pada beberapa gambar akan diselipi sedikit informasi terkait dengan proses penangkaran murai batu.


Seleksi induk dan proses penjodohan


Didik 88 BF Jambi

Sangkar murai batu jantan dan betina didempetkan selama seminggu.



Penjodohan termasuk salah satu tahapan penting dalam penangkaran murai batu. Tentu diawali dari seleksi calon induk, yang sudah banyak dijelaskan Om Kicau dalam beberapa artikel sebelumnya.


Untuk memilih calon indukan, Om Didik terbilang sangat teliti. Umumnya induk yang digunakannya adalah murai batu dari Medan, Batang Asai, dan Padang.


Beberapa indukan diperoleh dari sahabatnya sesama breeder murai batu, yaitu Om Agus Arizon yang profilnya juga pernah dimuat Om Kicau di sini. Karena bersahabat, dan ingin sahabatnya juga sukses, Om Agus beberapa kali melepas indukan berkualitas untuk Om Didik.


Sebagaimana lazimnya penjodohan murai batu, Om Didik juga melakukan penjodohan dengan cara menempelkan sangkar induk jantan dan sangkar induk betina. “Prosesnya dapat berlangsung sekitar satu minggu,” kata dia.


Terkadang Om Didik juga menggunakan sangkar gantung untuk menjodohkan murai batu jantan dan betina, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.


Didik 88 Bird Farm Jambi

Penjodohan murai batu dalam sangkar yang digantung bersebelahan.



Anda bisa mencoba salah satu model penjodohan di atas, atau boleh juga mencoba kedua model untuk mencari formula penjodohan yang terbaik di tempat masing-masing.


Setelah berjodoh, yang antara lain ditandai dengan kedua burung terlihat selalu berdekatan, burung jantan sering bersiul-siul dan burung betina juga merespon siulan tersebut, maka burung betina bisa dimasukkan terlebih dulu ke dalam kandang penangkaran.


“Tujuannya agar burung betina bisa memahami situasi di dalam kandang. Ini penting jika terjadi hal-hal tak diinginkan, misalnya burung jantan berlaku agresif. Intinya, burung betina menjadi lebih siaga menghadapi kemungkinan ancaman dari burung jantan saat nanti disatukan,” jelas Om Didik.


Sekitar dua jam setelah burung betina dimasukkan dalam kandang, barulah burung jantan menyusul dimasukkan dalam kandang yang sama.


Tetapi jika Anda kurang yakin terhadap keamanan murai batu betina, bisa juga menggunakan solusi lain, di mana burung jantan tidak langsung diumbar dalam kandang penangkaran. Jadi burung jantan tetap dimasukkan dalam sangkarnya, tapi sangkar dimasukkan dalam kandang penangkaran. Biarkan proses perkenalan berlanjut di sini. Biasanya, burung jantan kembali memanggil-manggil betinanya. Dan, si betina akan mulai sering mendekati sangkarnya.


Untuk menjaga birahinya dalam kondisi optimal, Anda bisa memberikan extra fooding (EF) kroto dan jangkrik sepuasnya. Ulat hongkong hanya diberikan apabila cuaca agak dingin, misalnya sering hujan seperti saat ini.


Penyediaan kotak sarang


Saat menyatukan burung jantan dan burung betina, Anda juga bisa menyiapkan kotak sarang dalam kandang penangkaran, lengkap dengan bahan sarangnya. Sebagian bahan sarang ditata dalam kotak dan sebagian lagi disebar di lantai kandang, untuk memancing kedua calon induk agar segera kawin dan berproduksi.


Sebagaimana anjuran Om Kicau selama ini, berilah pilihan kotak sarang kepada pasangan induk. Jika burung mempunyai pilihan, maka yang dipilihnya tentu kotak sarang yang disukainya, dan ini sangat membantu proses reproduksinya.


Jadi, Om Didik pun menyediakan dua kotak sarang dalam setiap petak kandang, seperti pada gambar di bawah ini:


Didik 88 Bird Farm Jambi

Dua kotak sarang dalam setiap petak kandang.



Induk murai batu dalam penangkaran Om Didik rata-rata bertelur sebanyak 3 – 4 butir. Kalau anakan sudah menetas, induk dibiarkan merawat dan meloloh anaknya hingga umur 10 hari.


Perawatan anakan murai batu


Setelah umur 10 hari, anakan dipanen dan dipindahkan ke dalam sangkar yang diberi lampu bohlam 5 Watt sebagai penghangat (brooder). Om Didik mendesain kotak sarang sedemikian rupa, sehingga memudahkan saat panen. Silakan lihat gambar di bawah ini:


Didik 88 Bird Farm Jambi

Memanen anakan murai batu dengan membuka pintu belakang kotak sarang.



Begitu dipindah ke sangkar yang hangat, maka anakan harus rutin diberi pakan dengan cara diloloh setiap 1 jam sekali. Frekuensi ini lama-lama akan diturunkan, seiring pertambahan umur, misalnya 2 jam sekali, 3 jam sekali, dan seterusnya.


Untuk anakan umur kurang dari 15 hari, Om Didik hanya memberikan pakan kroto pilihan saja, tanpa campuran bahan lain. Kroto harus segar dan sudah dibersihkan dari semutnya.


Didik 88 Bird Farm Jambi

Kroto pilihan untuk bahan lolohan anakan MB umur kurang dari 15 hari.


—-


Jika sudah berumur 15 hari, kroto mulai dicampur dengan voer, kemudian diaduk-aduk agar merata. Pada waktu umur 1 bulan, anakan sudah bisa makan sendiri.


Didik 88 Bird Farm Jambi

Kroto campur voer untuk anakan MB umur lebih dari 15 hari,



Pemasangan ring bisa dilakukan pada umur 10 – 15 hari. Umur 15 hari, anakan murai batu juga sudah mulai belajar nangkring, seperti gambar di bawah ini:


Didik 88 Bird Farm Jambi

Anakan murai batu umur 15 hari, mulai belajar nangkring.


Didik 88 Bird Farm Jambi

Sebelum umur 1 bulan, anakan MB bisa disatukan dalam sangkar.



Selain menjadi penangkar, Om Didik juga aktif menurunkan beberapa burungnya ke arena lomba. Ini penting untuk memperluas networking. Anda jangan berharap bisa menjadi penangkar sukses, kalau tak pernah ada gaco yang juara.


Kredibilitas seorang penangkar acapkali ditentukan oleh seberapa banyak produknya bisa moncer di lapangan. Agus Arizon BF dan Didik 88 BF sudah membuktikan hal ini. Begitu pula dengan penangkar di Jawa, seperti Arco BF Serang atau SKL BF Indramayu.


Didik 88 Bird Farm Jambi

Didik bersama Rudi (kiri) yang sehari-hari mengurus bird farm.



Bukan hanya itu. Rumah Om Didik juga kerap menjadi “penitipan” murai batu juara. Misalnya King Tiger, gaco andalan Abun Tanoto, yang dititipkan dan dirawat Om Didik. Sudah berkali-kali burung ini moncer di lapangan.


Om Didik juga piawai mengorbitkan kacer dan kapas tembak. Bahkan, belum lama ini, kacer BJ serta kapas tembak 007 miliknya berhasil menjuarai lomba burung yang diadakan Sukarejo Team, tanggal 5 Januari lalu.


Itulah sekelumit cerita di balik galeri gambar breeding murai batu Didik 88 Bird Farm Jambi. Semoga bisa membangkitkan semangat calon breeder dan breeder pemula, agar ikut berkiprah dalam usaha penangkaran burung kicauan, dalam rangka menjaga kelestarian burung di alam liar. (Kelana Lana)


Didik 88 Bird Farm Jambi

Didik 88 bersama Tole (tengah) dan Agus Arizon (kanan).


—-


Didik 88 Bird Farm


Alamat: Jalan Sersan Muslim No 88 RT 30, Jambi Selatan.


Kontak: 0741-42073 / HP 085 266 81 99 33 / PIN BB 29660696



Semoga bermanfaat.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Tuesday, January 14, 2014

Plaza Cup: Rincong Aceh sapu bersih 4 Kelas kacer




KLUB BURUNG





Plaza Cup: Rincong Aceh sapu bersih 4 Kelas kacer



Plaza Cup: Rincong Aceh sapu bersih 4 Kelas kacer

Harapan M Khadafi agar kacer Rincong Aceh bisa membuka awal tahun dengan prestasi, melengkapi prestasinya di akhir tahun 2013, akhirnya terwujud sesuai dengan apa yang pernah diceritakannya kepada Om Kicau beberapa waktu lalu (cek di sini).


Setelah menyapu bersih empat kelas dalam even Road to Republik Cup di Lampung (22/12/2013), kacer Rincong Aceh melakukan hal yang sama dalam Plaza Cup 2 di Lapangan Yonif 400 / Raider, Jl Setiabudi – Srondol, Semarang, Minggu (12/1) kemarin. Padahal kedua even tutup tahun dan awal tahun ini sama-sama digelar Pelestari Burung Indonesia (PBI).


Kacer Rincong Aceh

Rincong Aceh borong semua (4) gelar juara dalam Plaza Cup 2 di Semarang.


—-


Ketika bertarung dalam even Plaza Cup 2, lawan-lawan yang dihadapi sangat tangguh dan sepadan. Mulai dari Adipati, Hipnotis, Black Ranger, New Star, Adventure, dan sebagainya. Begitu ketat persaingan, sampai-sampai Om Hartono (Sragen) selaku penasihat PBI Pusat dan mantan juri diminta ikut memantau dan membandingkan, agar para juri yang bertugas tidak bisa main-main lagi.


“Saya diminta ke lapangan untuk ikut membandingkan. Dari sudut pandang saya sebagai mantan juri, semua kacer yang tampil bagus-bagus dan berimbang. Yang jadi juara, saya tak hafal namanya dan milik siapa, memang punya cara membawakan lagu lebih baik daripada yang lain. Namun jangan berkecil hati, yang juara kedua, ketiga, dan keempat pun sesungguhnya bagus. Penampilan mereka berimbang. Tapi, juara satu kan hanya satu, tidak mungkin lebih,” ujar Om Hartono.


Sayangnya, kemenangan Rincong Aceh tidak disaksikan langsung oleh pemiliknya. Om Khadafi sejak semula ingin mendampingi gaconya ke Semarang. Apalagi selama ini dia sering bolak-balik Lampung-Semarang, untuk menyelesaikan S3 Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro (Undip).


Namun melihat kondisi istrinya, Disa Soraya SH, yang mau melahirkan anak pertamanya membuat Om Dafi harus mendahulukan kepentingan keluarga. Dia mengirim beberapa kru untuk mengawal sejumlah burung koleksinya ke Semarang.


Kacer Rincong Aceh

Rincong Aceh besama salah seorang kru Khadafi.



Cucak hijau Histeris 2x juara 1 + 2x juara2


Selain Rincong Aceh, bintang lapangan kali ini adalah cucak hijau Histeris. Gaco milik Agung Tattoo (Bali) ini sebelumnya juga berprestasi dalam Pakde Karwo Cup III di Surabaya. Histeris yang memakai sangkar BnR berhasil dua kali menjadi juara 1 dan dua kali runner-up.


Agung Tattoo dan Nanang PLN

Agung Tattoo (3 dari kiri) dan Nanang PLN (2 dari kanan), diapit Samuel dan Yono Plaza.


—-


Beberapa tahun sebelumnya, orang menghindari memakai sangkar BnR dalam even PBI, karena ada persepsi tidak mungkin bakal juara. Kini persepsi ini terbukti tidak benar. Agung Tattoo sudah membuktikannya melalui Histeris.


Sebelumnya, Jimmy DS (Surabaya) juga pernah membuktikannya melalui kacer Satria Dewa saat menjuarai Valentine Day PBI di Jogja, Februari tahun lalu. Artinya, ikrar juri PBI untuk bekerja sebaik mungkin, dengan menilai burung – bukan kurung, terbukti benar.


Agung Tattoo mengungkapkan, Histeris memang bukan tipe burung yang show-up. “Jadi, gayanya memang tidak ngentrok-ngentrok, sehingga dari luar lapangan mungkin kurang menarik,” ujarnya.


Namun, paruhnya terbuka terus tanpa henti. Volumenya tembus, dan isiannya lagu-lagu kecil yang kristal, mulai dari lovebird, pelatuk, blackthroat, hingga parkit. “Itu yang mungkin tak dimiliki burung lainnya,” tambah Agung.


Aksi memukau juga ditunjukkan anis merah Singo Edan milik Nanang PLN, yang penampilannya sangat nancep dan ngotot. Begitu pula dengan cendet Riddick milik Mr Jombang (Jogja) yang sehari-hari dirawat Udik.  Setelah hanya masuk ke urutan kelima pada di sesi pertama, Riddick akhirnya menjadi juara pada sesi kedua.


Cendet Riddick

Cendet Riddick, juara di kelas bergengsi.


Kenari Force

Force, kenari YS lokal, yang sebelumnya hanya juara even lokal.



Atip dari Purworejo juga terkaget-kaget saat kenari Force mendapat koncer A. Force merupakan YS lokal, dan selama ini baru beberapa kali menjuarai labter dan lomba lokal. Sejak awal dia tidak yakin menang, apalagi sempat ngetem sebentar.


Atip Purworejo

Atip Purworejo: Tak kenal siapa-siapa, kenari Force bisa juara.



“Lagi pula, di sini tidak kenal siapa-siapa. Katanya berat menang di lomba PBI. Lawannya berat-berat, pemiliknya juga ‘sakti-sakti’. Makanya saya ikut lomba tanpa target apa-apa, eh… ternyata bisa juara juga. Jadi, apa yang  diomongkan orang soal PBI belum tentu benar. Atau, dulu mungkin begitu, tapi sekarang sudah berubah lebih baik. Semoga saja,” ujarnya lugu.


Lomba sesungguhnya belangsung lancar. Namun even baru bisa dimulai sekitar pukul 11.00, lantaran hujan deras mengguyur Kota Semarang sejak pagi. Sebagian lapangan becek, meski tak mengurangi semangat para peserta.


Budaya saling tunggu bisa diatasi cukup baik. Sebagian peserta sempat mencoba ngeyel, tapi dengan ketegasan panitia mereka akhirnya manut juga.


“Kami, atas nama panitia, mohon maaf dengan kekurangnyamanan akibat faktor cuaca. Mohon maaf juga atas segala kekurangan dan kesalahan kami. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung even in,” ujar Ketua Pelaksana Lomba, Samuel, yang juga sekretaris Pengda PBI Jateng-DIY. (Waca)


Mr Jombang dan Udik

Mr Jombang dan Udik sukses di kelas cendet.


Samuel PBI Jateng-DIY

Ketua Pelaksana, Samuel, rajin berkomunikasi dengan personel panitia lainnya.



Hasil Lomba Plaza Cup 2 Semarang (klik di sini)



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT:

















Monday, January 13, 2014

Dua gelar juara untuk jenggot Marni Jeren di JP Depok




KLUB BURUNG





Dua gelar juara untuk jenggot Marni Jeren di JP Depok



Dua gelar juara untuk jenggot Marni Jeren di JP Depok

Latpres Spesial JP Enterprise di lapangan Jalan Raya Cinere Limo, Sawangan, Depok, Sabtu (11/1), lumayan disesaki peserta. Sekitar 500 tiket lebih terjual dalam even yang dinahkodai Jhonpur ini. Kelas lovebird, cucak hijau, dan murai batu paling ramai. Cucak jenggot Marni Jeren milik Ki Ronggo (Ciganjur), murai batu Digoda milik Mr Fuad (Depok), dan kacer Mawar Hitam milik Agus Sembrani (Fatmawati SF) sukses menjuarai dua kelas sekaligus.


Cucak jenggot Marni

Marni Jeren double winner di JP Enterprise Depok, Sabtu (11/1).


—-


Aksi Marni Jeren milik Ki Ronggo memang menawan hari itu. Turun di Kelas Dolphino, burung ini bertengger di urutan pertama, diikuti Mersex milik Lubis (Grogol) dan cucak jenggot Sridanty milik Nana (Pondok Labu).


Ki Ronggo yang datang bersama istri dan kedua anaknya benar-benar menikmati gelaran JP Enterprise. Apalagi pada sesi lain, Kelas Gholib, Marni Jeren kembali tampil sebagai juara 1, disusul Rembo milik Inu (Bintaro) dan Juragan milik Roby dari Limo, Depok.


Keluarga Ki Ronggo

Keluarga Ki Ronggo turut mengantar CJ Marni Jeren nyeri.



Kemenangan ganda juga diraih murai batu Digoda. Padahal, burung milik Mr Fuad bisa dibilang pendatang baru di lapangan. Aksinya mampu menutup lawan-lawannya. Alhasil, dua gelar juara 1 berhasil diboyongnya. Satu sesi lagi dimenangi murai batu  Walet milik Inu (Bintaro).


Persaingan sengit kembali terjadi di kelas cucak hijau. Bukan sekadar pesertanya banyak, tetapi gaco-gaco yang turun juga berkualitas. Tiga kelas yang dibuka panitia berjalan seru, sehingga tak ada seekor burung pun yang mampu memenangi lebih dari satu sesi.


Cucak hijau God Father besutan Didit / Bayu (Kobac Team) berhasil menjuarai Kelas Dolphino A, serta juara 3 Kelas JP. Isiannya lengkap, dengan isian tembakan suara cililin, tengkek, ciblek, dan lovebird.


Penampilan apik cucak hijau God Father


Cucak hijau God Father

Gaya cucak hijau God Father.



Penampilan God Father, terutama di Dolphino A, memang stabil sejak digantang hingga akhir lomba, Burung langsung ngentrok, sambil mengeluarkan materi isian lagunya yang bervariasi, dan didukung volume yang tembus.


Sayangnya, di Kelas JP, God Father harus puas di urutan ketiga, di bawah Sengkleh milik Daniel (Jagakarsa Team) dan Neo Pasopati milik U-Bye (Garasi Lovebird) yang menjadi juara 1 dan juara 2.


Latpres JP Enterprise hari itu berlangsung mulus. Meski sempat tertunda akibat guyuran hujan, namun tak mengurangi antusias para kiaumania.


Menurut Jhonpur, ketua panitia JP Enterprise, kesuksesan latpres hari itu tak terlepas dari dukungan kicaumania di wilayah Jabodetabek. “Terima kasih kepada rekan-rekan yang terus mendukung even ini. Jangan lupa, di sini selalu digelar latber setiap Sabtu siang,” kata Jhonpur. (d’one)


Personel Kobac Team

Personel Kobac Team


Jhonpur

Jhonpur (kiri), ketua panitia JP Enterprise Depok.


Panitia JP Enterprise Depok

Panitia JP Enterprise kembali mendulang sukses



Hasil Latpres JP Enterprise Depok (Sabtu, 11 Januari 2014)




























































































































































































































































































































































































































Murai Batu Dolpino
1.   WaletInuBintaro
2.   KompresorH RudiPs Minggu
3.   NatunaH TavipPd Cabe
4.   Raja OlengFadlanCipsel
5.   Black MoonIvanSawangan
6.   KingBudiBintaro
7.   HantuHadiDepok
Murai Batu JP A
1.   DigodaMr FuadDepok
2.   NatunaH TavipPd Cabe
3.   WaletInuBintaro
4.   Lidah ApiTopanDuta KM
5.   RocketTamsirMidi
6.   FiraunRizalTrobos
7.   KaisarkikiKemang
8.   Dongak ManBlackDepok
10. SultanFadilBintaro
11. AK 47H RozakLaskar 212
13. Raja OlengFadlanCipsel
14. Maha rajaH FatullahJagakarsa Team
15. DemitBenksgioBhatonk
16. Black MoonIvanSawangan
Murai Batu JP B
1.   DigodaMr FuadLimo
2.   HataroAlexMakasar
3.   KompresorH RudiPs Minggu
4.   BatubaraIbrahim
5.   SultanA & BPd Cengkar
6.   WaletInuBintaro
7.   CulunKekenLimo
8.   PitungBuleDepok
9.   NatunaH TavipPd Cabe
10. KingBudiDepok
Cucak Hijau Dolpino A
1.   God FatherDidit/BayuKobac Team
2.   CakraParno AyamMampang
3.   FlashRinoCilandak
4.   Joko TarupBandiBintaro
5.   JaborMatondangRagamukti
6.   BrewokKunikCurug
7.   KaraengEdiMakassar Team
8.   KliwonSurotoSawangan
9.   HijauQ DoyDepok
10. SelaputGitoLimo
Cucak Hijau Dolpino B
1.   CakraParno AyamMampang
2.   KliwonSurotoSawangan
3.   FlashRinoCilandak
4.   SelaputGitoLimo
5.   HijauQ DoyDepok
Cucak Hijau JP
1.   SengklehDanilJagakarsa Team
2.   NeopasopatiU ByeGarasi Lovebird
3.   God FatherDidit / BayuKobac Team
4.   KliwonSurotoSawangan
5.   FiraunMaharani SF
6.   Raja MolorRusdyIstana BC
7.   BrewokKunikCurug
8.   HijauQ DoyDepok
9.   SelaputGitoLimo
Lovebird Dolpino
1.   CinderellaHandokoRempoa SF
2.   RihanaRoby
3.   BarnieMr EdoAl Asoy SF
4.   BarbieAlipReni jaya
6.   JelitaAadCiganjur
7.   MurniRudiSahabat BC
8.   AndroidViolitaBintaro
9.   ManisJokoDepok
10. KartuJaliLimo
Lovebird JP A
1.   ShintaMr NuryantoGrogol
2.   BuleU ByeGarasi Lovebird
3.   SpidermanCak UdinPondok YS
4.   BarbieAlipReni jaya
5.   ChemongBandiBintaro
6.   CheryAhmadAl Asoy SF
7.   SusanH FatullahJagakarsa Team
8.   GendokEdi/GunKobac Team
9.   LarasatiEkoCiganjur
11. KendedesH TavipPd Cabe
12. AinunMr RudySasax
13. PancasonaToplankSasax
Lovebird JP B
1.   CheryAhmadAl Asoy SF
2.   Putri DianaMemedKobac Team
3.   FukkiBaniSengon
4.   CinderellaDededBintaro
5.   JambrongA & BPd Cangkar
6.   PancasonaToplankSasax
7.   AndroidViolitaBintaro
8.   BundaRobyV Race
9.   BuleU ByeGarasi Lovebird
10. NanisJokoDepok
Lovebird Final
1.   RihanaRobyV Race
2.   NNAntok
3.   ShintaMr NuryantoGrogol
Kacer Dolpino
1.   Mawar HitamAgus SembraniFatmawati SF
2.   KapoorParpul220 Volt
3.   TrompetZetfriSawangan
4.   HitamjaliDepok
5.   CobraFadilLimo
Kacer Gholib
1.   Mawar HitamAgus SembraniFatmawati SF
2.   KhidausP MantoP Labu
3.   CobraFadilLimo
4.   HitamJaliDepok
5.   KalemGitoLimo
Ciblek Gholib
1.   SemprulJampesKobac Team
2.   BrendTotiDepok
3.   KerenSurotoLimo
Ciblek Dolphino
1.   SemprulJampesKobac Team
2.   KerenSurotoLimo
3.   BrendTotiDepok
Parkit  
1.   ToraLintangKobac Team
2.   ManisHadiDepok
Jalak
1.   JabrixMr BonyPd Cengkar
2.   PutihYasinDepok
Pentet
1.   Anak MalamBasriPd Ranji
2.   KrakatauGitoDepok
Cucak Jenggot Dolphino
1.   Marni JerenKi RonggoCiganjur
2.   MersexLubisGrogol
3.   SridantyNanaPd Labu
4.   SulapJokoDepok
5.   JuraganRobyLimo
Cucak Jenggot Gholib
1.   Marni JerenKi RonggoCiganjur
2.   RemboInuBintaro
3.   JuraganRobyLimo
4.   SulapJokoDepok
Kenari Standar Bebas
1.   BarakudaRickoDepok
2.   AmrozyDimasOki BC
3.   NgapakAhmadAl Asoy SF
4.   KuningGitoDepok
5.   ManisHasanLimo
Kenari Standar Kecil
1.   SurawisesaEdiPasir Putih
2.   Khi PutihP MantoPd Labu
3.   YakuzaABSJakarta
4.   ManisHasanLimo
5.   KuningGitoDepok

—-


Selamat kepada para pemenang, tetap semangat untuk peserta lainnya.



Salam sukses, Salam dari Om Kicau.



Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:


Navigasi Utama:


Find us on Google+


ARTIKEL TERKAIT: